Minggu, 03 November 2013

GENERASI DAN REGENERASI
GENERASI
Generasi secara sederhana dapat diartikan sebagai suatu masa di mana kelompok manusia pada masa tersebut mempunyai keunikan yang dapat memberi ciri pada dirinya dan pada perubahan sejarah atau zaman.
Menurut Notosusanto, pengertian generasi itu sendiri sebenarnya lebih berlaku untuk kelompok inti yang menjadi panutan masyarakat zamannya, yang dalam suatu situasi sosial dianggap sebagai pimpinan atau paling tidak penggaris pola zamannya (pattern setter).
Di Indonesia, dianggap telah ada empat generasi, yaitu generasi ‘20-an, generasi ’45, generasi ’66, dan generasi reformasi (’98).
Suatu generasi harus dipersiapkan untuk menghadapi tantangan pada zamannya, melaksanakan pembangunan dengan sumber daya yang ada dan akan ada, serta menjaga keberlangsungan dan keberlanjutan dari pembangunan dan sumber daya-sumber daya tersebut.
Untuk itu diperlukan adanya suatu sistem dan mekanisme pembangunan dalam keseluruhan yang melibatkan semua pihak, baik aparatur, peraturan, pengawas, maupun rakyatnya (grass-root).
Selain itu, diperlukan juga kajian-kajian sosial seperti ekonomi, kependudukan (demografi) dan ekologi untuk pendukungnya.
Cara pandang kita terhadap pengertian generasi, baik dari sisi terminologi maupun fakta dan persepsinya tidak dapat dilakukan dengan terlalu sederhana.
Dari generasi ke generasi selalu memunculkan permasalahan yang khusus dan pola penyelesaiannya akan khas pula tergantung faktor manusia dan kondisi yang ada pada zamannya.
Masing-masing generasi mencoba menjawab tantangan yang khas pada masanya dan seharusnyalah dipandang secara holistik (menyeluruh) untuk mempelajari dan mengkajinya.
Pemahaman tentang sejarah dan wawasan yang luas sangat mempengaruhi tantang penilaian dan persepsi terhadap keberadaan suatu generasi dan masyarakat secara keseluruhan.
Bila kita kaitkan antara generasi dengan pembangunan, maka keberadaan generasi tidak akan terlepas dari karakter dan ciri-ciri penduduk suatu bangsa beserta kondisinya.
Masalah penduduk yang meliputi jumlah, komposisi, persebaran, perubahan, pertumbuhan dan ciri-ciri penduduk berkaitan langsung dengan perhitungan-perhitungan pembangunan, baik konsep, tujuan maupun strategi pembangunan suatu bangsa.
Penduduk suatu bangsa dapat merupakan modal yang sangat penting bagi pembangunan (sumber daya), tetapi jika tidak dipelajari dan disesuaikan akan dapat menjadi faktor penghambat yang cukup penting pula.
Masing-masing negara mempunyai kebijakan regenerasi yang berbeda dalam menangani masalah penduduk dan dalam melakukan kaderisasi.
Pembangunan yang ideal ialah pembangunan yang harus disikapi dengan arif, cermat dan dengan konsep yang berkelanjutan (sustainable development), disesuaikan dengan kondisi dan karakter bangsa itu sendiri.
Sumber : http://dliya060190.blogspot.com/2010/11/kependudukan-generasi-dan-pembangunan.html


REGENERASI

      Kalaulah regenerasi itu sangat dibutuhkan maka kami akan berusaha. Aku sejenak termenung memikirkan kalimat tersebut dengan focus kata regenerasi. sering sekali aku mendengar kata itu ketika aku masih duduk di bangku sekolah menengah atas. Secara etimologi kata REGENERASI mempunyai beberapa makna, pertama pembaruan semangat tata susila: kedua penggantian alat rusak atau hilang dengan pembentukan jaringan sel yang baru: ketiga penggantian generasi tua kepada generasi muda : peremajaan. Aku mengartikan sendiri kata tersebut, regenerasi berasal dari dua kata yaitu RE yang artinya kembali dan GENERASI adalah angkatan. Jadi secara harfiah Regenerasi adalah angkatan kembali, REGENERATION dalam bahasa inggris yang artinya Kelahiran kembali , pembaharuan jiwa. Di eropa pernah terjadi masa kelahiran kembali yang disebut Renaissance. Renaissance terjadi pada abad 15 sampai 16 masehi atau sering disebut middle age. Pada masa tersebut terjadi pendobrakan pembaharuan kebudayaan Yunani dan Romawi klasik terdapat masa pencerahan (Aufklarung) yaitu pergolakan kaum gereja dengan kaum ilmuan karena banyak ilmu sains yang bertentangan dengan kaum gereja dan munculah kaum ilmuan sebagai pemenang.
Dalam organisasi yang aku jalanipun sedang terjadi pergolakan dengan penggalakan penerus untuk REGENERASI. Bermula dari komentar seorang alumni IMT Ciputat di salah satu jejaring sosial bahwa regenerasi itu perlu. Berbagai tanggapanpun datang dari teman-teman IMT yang sifatnya bercanda sampai yang serius dalam menanggapi komentar tersebut. Bahkan tak sedikit ada yang bercanda dengan khas IMT yaitu nggasaki penuh singgungan dengan dalih seangkatan,kaka angkatan atau adik angkatan dengan senior tersebut dalam perbincangan kelulusan. Ada salah satu komentar yang membuat aku terkesan “Aku siap mas jadi orang pertama yang mau nurunin ilmu, asal diijazahi dan dibimbing,pie?” tapi tidak ketinggalan komentar bercandanya ”ada yang kesinggung nih? ups” dia ternyata teman seangkatanku. Dia memang selalu semangat dalam hal yang baru,dengar-dengar dia sedang mempelajari design dengan alumni tersebut. Semangat temanku yang satu ini sangat berpengaruh terhadap pola pikirku ditengah carut marut pola pikir ini dengan berbagai pikiran mengenai acara liburan IMT Ciputat.
Regenerasi menjadi suatu kewajiban organisasi. Adanya organisasi hidup karena kepedulian mereka terhadap regenerasi. Aku menaruh simpati pada mereka yang selalu peduli,tanggap dan mau berbuat lebih terhadap organisasi ini. Entah kenapa aku selalu semangat ketika menemui mereka dalam kondisi apapun, baik yang sudah bekerja, berkarier dalam suatu lembaga, berjuang skripsi, berjuang mencukupi kebutuhan hidup, berinovasi dalam wirausaha, kuliah sambil mengajar, skripsi sambil membuat usaha sebelum wisuda, menjadi akademisi, melanjutkan jenjang pendidikan atau yang masih belajar dalam organisasi seperti aku ini. Mereka adalah sang generator organisasi ini. Aku tidak ada apa-apanya tanpa mereka. Sebelum aku masuk organisasi IMT Ciputat pasti mereka sudah menggalakan Regenerasi dengan berbagai program. Seperti tahun kepemimpinan mas Hendri ada program Training Motivasi dan mas Rizqi dengan program latihan penulisan. Aku selalu bertanya kepada mereka tentang apapun mengenai organisasiku. Mereka selalu membimbingku dan mengayomiku dalam berbagai bentuk. Dalam benakku terpikirkan orang seperti mereka yang peduli terhadap IMT Ciputat, entah kenapa selalu mendapat keberuntungan dan kemuliaan. Apa ini yang disebut Hukum Karma atau Hukum Timbal Balik yang dalam falsafah jawa senada pula dengan apa yang dimaksud Hukum Sebab Akibat. Hukum Karma disini jangan kita langsung artikan negatif, bias masyarakat dengan kata Hukum Karma. Ya, itu mereka yang selalu beruntung dalam kondisi apapun. Aku yakin mereka dalam organisasi ini berbuat baik tanpa hitung-hitungan. Disadari atau tidak, ini terbukti kepada mereka sang generator. Mereka yang mempunyai jiwa sosial tinggi dan berbuat baik terhadap masyarakat melalui IMT Ciputat sebelumnya, mereka mendapat kemuliaan dibidang yang mereka geluti. Aku melihat dari senior, ada dari mereka menjadi pemimpin suatu organisasi keagamaan bidang pendidikan, tak sedikit yang menjadi dosen atau guru, menempati jabatan tertentu di berbagai departemen, bahkan yang masih kuliah ada yang menjadi MC Talkshow di dua TV swasta, aktif dipanti asuhan dan asisten pribadi DPR RI. Pencapaian mereka sunguh luar biasa dalam bidangnya tapi bukan itu yang aku lihat melainkan proses mereka mencapai tempat tersebut. Terpikirkan kalau saja nanti aku sudah melewati proses ini, akan menjadi apakah aku ini? Kemanakah organisasi ini?. Inilah pentingnya regenerasi dalam suatu organisasi ini yaitu pengkaderan anggota agar berkualitas. Suatu organisasi tidak akan berjalan tanpa adanya regenerasi tapi seperti apakah generasi tersebut?.
Generasi penerus organisasi dan penerus bangsa tidak lain ditentukan dari kualitas generasi tersebut. Kualitas generasi sekarang perlu ditanyakan, apakah generasi berkualitas atau tidak?. Aku berdiskusi dengan salah satu senior kalau generasi sekarang banyak yang kurang peka terhadap apa yang ada disekitarnya bahkan yang terjadi pada dirinya sendiri. Menurutku tipe generasi dibagi menjadi dua yaitu Generasi Pejuang dan Generasi Manja. Generasi pejuang adalah generasi yang selalu berjuang dalam keadaan apapun dan peka terhadap kebutuhan masyarakat, generasi ini adalah penerus bangsa dengan kualitas superior dan tidak bermental tempe. Generasi ini sangat dibutuhkan negeri yang sedang dilanda krisis kepemimpinan. Generasi penerus bangsa yang selalu mengedepankan asas-asas sosial dalam kehidupan. Generasi pejuang selalu ingin membuat orang lain tersenyum dengan hasil karya dan perjuangannya. Generasi yang selalu dicari dan menurutku sekarang generasi seperti ini minoritas bahkan sampai muncul isitilah satria piningit atau generasi yang tersembunyi. Lain halnya dengan Generasi manja, Generasi yang selalu mengedepankan hedonisme dan terlena dengan alat. Generasi manja muncul di era 70’an ketika Indonesia benar-benar tidak terjajah oleh asing dan pergolakan dinegeri sendiri. Ketika itu alat seperti komputer masuk ke ke Indonesia meskipun komputer popular tahun 90’an. Generasi manja sangat tergantung dengan alat dan tidak kuat dengan keterbatasan. Sebut saja Handphone sepertinya sekarang Handphone menjadi pegangan hidup seorang generasi manja. Dia generasi manja sangat suka dengan berbagai alasan ketika harus terjun langsung lapangan padahal alasan adalah ilusi dari kenyataan. Jika dalam organisasi mereka selalu sibuk dengan kepentingan mereka dan jika menjalankan suatu kegiatan atau apapun selalu mengkambinghitamkan kondisi. Generasi dengan tipe ini harus dikader untuk menjadi generasi pejuang sebelum terlambat. Sebanyak apapun anggota dalam organisasi jika terdapat generasi manja macam ini tidak akan menjadikan besar kualitas organisasi bahkan bangsa ini.
Sumber : http://mokhammaddina.wordpress.com/2011/12/12/regenerasi-generasi-dan-generator/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar