Jumat, 30 November 2012

Lagu Tentang Keadilan

Gelombang Keadilan

Album :
Munsyid : Shoutul Haroqah
http://liriknasyid.com


Kan melangkah kaki dengan pasti
Menerobos segala onak duri
Generasi baru yang telah dinanti
Tak takut dicaci tak gentar mati

Bagai gelombang terus menerjang
Tuk tumbangkan segala kezhaliman
Dengan tulus ikhlas untuk keadilan
Hingga pertiwi gapai sejahtera

Takkan surut walau selangkah
Takkan henti walau sejenak
Cita kami hidup mulia
Atau syahid mendapat surga 
 
sumber : http://www.liriknasyid.com/index.php/lirik/detail/802/shoutul_haroqah-gelombang_keadilan.html
Manusia dan Keadilan

1. makna keadilan
Keadilan adalah memberikan perlakuan yang seimbang antara hak dan kewajiban. Keadilan terletak pada keharmonisan antara menuntut hak dan menjalankan kewajiban. Socrates mengatakan bahwa keadilan tercapai apabila pemerintah mempraktekkan ketentuan hukum atau melaksanakan tugasnya dan rakyat merasakannya.
Plato menilai tercapainya keadilan apabila setiap orang menjalankan pekerjaan menurut sifat dasar yang dianggap cocok bagi orang tersebut, sedangkan tindakan manusia dipandang layak apabila pihak yang sama mendapatkan bagian sama (Aristoteles) Hak merupakan wewenang untuk memiliki, meninggalkan, atau menuntut sesuatu. Materi hak menyangkut individu, namun hak bukan milik perseorangan. Hak seseorang terkait dengan hak orang lain.
Disamping hak, seorang individu juga memiliki berbagai kewajiban, yakni kewajiban terhadap Allah, masyarakat dan diri sendiri. Kewajiban terhadap Allah diwujudkan dalam bentuk memuja dan mengabdi, kewajiban terhadap masyarakat dengan menolong orang lain, sedangkan kewajiban terhadap diri sendiri diwujudkan dengan melakukan perbuatan yang baik.
Ada berbagai macam bentuk keadilan, diantaranya adalah keadilan moral, keadilan distributif, keadilan komutatif dan keadilan sosial. Penjelasannya kurang lebih sebagai berikut :
  1. Keadilan moral terwujud bila setiap orang melakukan fungsi menurut kemampuannya. Keadilan tercipta apabila seorang tentara menjalankan fungsinya sebagai petugas pertahanan, bukan sebagai pebisnis.
  2. Keadilan distributif terlaksana apabila hal-hal sama diperlakukan secara sama. Keadilan distributif dapat digambarkanketika memberikan hadiah kepada karyawan. Karyawan yang bekerja 10 tahun akan diberikan hadiah sebesar Rp 4.000.000,- sedangkan bagi yang bekerja 5 tahun hanya sebesar Rp 2.000.000,-
  3. Keadilan komutatif merupakan keadilan yang bertujuan memelihara ketertiban atau kesejahteraan. Seorang pekerja yang bekerja giat dan berprestasi sudah sepantasnya diberi penghargaan, sebaliknya pekerja yang banyak melakukan pelanggaran diberikan hukuman yang setimpal.
  4. Keadilan sosial tercipta apabila setiap orang mendapat perlakuan yang adil di bidang hukum, politik, ekonomi dan budaya serta kemakmuran dapat dinikmati secara merata.
Setiap manusia berhak diperlakukan adil dan berlaku adil dengan menyeimbangkan antara hak dan kewajiban. Orang yang menuntut hak, tapi lupa kewajiban, tindakannya pasti akan mengarah pada pemerasan, sebaliknya orang yang menjalankan kewajiban, tetapi lupa menuntut hak akan mudah diperbudak oleh orang lain
Keadilan merupakan budaya bangsa Indonesia. Sejak dahulu, manusia meminta keadilan kepada Allah dengan cara berdoa. Pada jaman kerajaan jawa tempo dulu ada budaya “pepe” yang dilakukan oleh rakyat yang meminta keadilan.
Keadilan diekspresikan dengan berbagai cara, misalnya membuat pepatah yang menunjukan adanya tuntutan terhadap perlakuan adil, misalnya pepatah “Raja adil raja disembah, raja lalim raja disanggah” Ada yang membuat karya seni yang menyuarakan keadilan, seperti seni musik, prosa dan puisi. Ada yang pula yang menuntut keadilan dengan cara berpuasa sampai mati atau sampai tuntutan keadilannya terpenuhi, menjahit mulut, membakar diri dan sebagainya.

sumber : http://mulyo.blog.esaunggul.ac.id/2012/04/26/makna-dan-hakekat-keadilan/

2. kejujuran dan kebenaran
Bertindak “jujur” belum tentu benar
Bertindak “benar” belum tentu jujur


Kedua kalimat diatas memang sering terjadi dan hal ini memang mengikuti hukum-hukum tertentu yang satu dengan lainnya berbeda. Dalam kehidupan sehari-hari, kehidupan bisnis, etika kedokteran, cara memberi pelajaran pada anak, dan lain-lain semuanya mempunyai dasar hukum tertentu dan bukan berdasarkan kejujuran tetapi berdasarkan kebenaran.


Jujur sifat yang memang harus dimiliki dan boleh dikatakan mutlak harus kita punyai. Sifat jujur boleh dikatakan setara dengan sifat-sifat lainnya seperti sifat berani, belas kasih, dan lain-lainnya.


Kalau seseorang dikatakan harus berani, lalu apakah orang tersebut harus berani dalam segala hal? Tentunya ada batas-batas tertentu dari keberanian orang tersebut, misalnya: orang tersebut berani dalam mengambil keputusan, akan tetapi saat ia diminta untuk mencoba “buggy jumping” atau mungkin diminta untuk menyanyi didepan umum maka orang tersebut akan tidak berani.


Lalu bagaimanakah ini: “Apakah keberanian itu harus bisa dilaksanakan 100%?” Demikian pula halnya dengan “belas kasih”, walaupun harus memiliki namun saat menghadapi ular, harimau ataupun penjahat yang sangat mengancam diri kita, apakah kita harus melaksanakan belas kasih 100%?


Tentunya tidak dan inipun berlaku untuk kejujuran. Dalam berbisnis orang dituntut untuk jujur sehingga dipercaya orang.


Apakah benar kejujuran yang dituntut?, apakah bukan suatu tindakan yang benar yang dituntut?


Mungkin hanya salah kaprah orang meminta pihak lain untuk jujur dalam berbisnis. Dalam dunia bisnis sendiri ada hukum-hukum tertentu yang dipakai dan kalau dari prinsip “gunakan energi sesedikit mungkin untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya”, hal ini akan sangat bertentangan dengan kejujuran, namun akan tetap dapat diterima bila seseorang menjalankannya dengan benar dan tidak menyakiti pihak-pihak lain.


Seorang anak jatuh dan orang tuanya spontan menyatakan “Oh, tidak apa-apa! Anak pintar, tidak sakit kok! Jangan nangis, yach!”


Apakah ini kesalahan orang tua dalam menanggapi masalah tersebut, mungkin ada alternatif lain yang bisa kita gunakan misalnya “Oh, jatuh ya, mana yang sakit, sini diberi obat agar tidak sakit”, dengan tanggapan yang demikian kita mendidik anak untuk mengerti suatu permasalahan, bahwa dia jatuh dan sakit dan perlu diobati dan tidak perlu dibohongi.
Bagaimana dengan kebenaran?


Kebenaran tidak dapat dibantah, harus dilaksanakan dengan mutlak. Seorang pedagang mengatakan tidak untung menjual barangnya, tentunya bisa dilihat pedagang tersebut tidak jujur karena bisa saja pedagang tersebut telah mendapatkan keuntungan atau mungkin dia telah mendapat bonus dari pabrik tetapi dia tidak mengutarakannya.


Namun hal ini tetap dibenarkan dalam berbisnis, jadi bisa dilaksanakan meskipun pedagang tersebut tidak jujur. Kecuali pedagang tersebut memalsukan barang yang asli dengan yang palsu atau barang lain yang kualitasnya lebih jelek dari barang sebenarnya, hal ini adalah tidak benar, sehingga salah bila dilaksanakan, maka kita harus melakukan sesuatu yang benar. Untuk mengejar kesempurnaan apakah bisa tidak berbohong?.


Bila hal ini disepakati dan dipahaminya, maka apakah tidak masalah berbohong, karena masih berpijak pada kebenaran.


Contoh-contoh konkrit yang kita bisa lihat misalnya:
Saat menyumbang untuk amal, ketika ditanya siapa yang menyumbang, kadang tidak mengaku karena tahu amal tidak perlu di gembar-gemborkan, hal inipun berbohong.
Kedua contoh tersebut diatas adalah tindakan yang benar, maka tidak masalah melakukannya ?

sumber : http://akiliblogspotc.blogspot.com/2011/11/kejujuran-dan-kebenaran.html


3. Kecurangan
Menurut Kamus Bahasa Indonesia karangan WJS Purwadarminta, kecurangan berarti tidak jujur, tidak lurus hati, tidak adil dan keculasan (Karni, 2000:49). Didalam buku Black’s Law Dictionary yang dikutip oleh Tunggal (2001:2) dijelaskan satu definisi hukum dari kecurangan, yaitu berbagai macam alat yang dengan lihai dipakai dan dipergunakan oleh seseorang untuk mendapatkan keuntungan terhadap orang lain, dengan cara bujukan palsu atau dengan menutupi kebenaran, dan meliputi semua cara-cara mendadak, tipu daya (trick), kelicikan (cunning), mengelabui (dissembling), dan setiap cara tidak jujur, sehingga pihak orang lain bisa ditipu, dicurangi atau ditipu (cheated).
Menurut Kamus Bahasa Indonesia karangan WJS Purwadarminta, kecurangan berarti tidak jujur, tidak lurus hati, tidak adil dan keculasan (Karni, 2000:49). Didalam buku Black’s Law Dictionary yang dikutip oleh Tunggal (2001:2) dijelaskan satu definisi hukum dari kecurangan, yaitu berbagai macam alat yang dengan lihai dipakai dan dipergunakan oleh seseorang untuk mendapatkan keuntungan terhadap orang lain, dengan cara bujukan palsu atau dengan menutupi kebenaran, dan meliputi semua cara-cara mendadak, tipu daya (trick), kelicikan (cunning), mengelabui (dissembling), dan setiap cara tidak jujur, sehingga pihak orang lain bisa ditipu, dicurangi atau ditipu (cheated).

Pendapat saya..
Setiap manusia di muka bumi ini pasti tidak ingin berada di keadaan yang terpuruk atau kesengsaraan alam hidupnya , baik secara material maupun batin yg di rsakannya.
Semua orang ingin hidup serba berkecukupan atau bahkan lebih dari sekedar cukup, dan tidak memikirkan apapun , yang penting bisa hidup senang, dan enak serta berkecukupan, bagaimanapun caranya manusia pasti menginginkan hidup seperti itu, walaupun dengan salah satu caranya yaitu Curang,licik dan memiliki pikiran yang picik.
Jika orang sudah berpikiran curang maka orang tersebut bakal melakukan apa saja demi yang diinginkannya . walaupun dengan cara curang dan tidak memandang siapapun yang dia curangi..
banyak contohnya  orang berprilaku curang, tidak usah jauh-jauh mencari contoh orang curang karna di sekelolong kita pun banyak yang curang, seperti teman yang tidak mau mengeluarkan uangnya hanya untuk makan sendiri, dan akhirnya pun ikut makan atau meminta kepada temannya..
perilaku kecurangan sudah tertanam di dalam diri masing-masing individu. Dan sebaiknya perilaku seperti itu jangan di gunakan , atau bahkan tidak boleh digunakan karna sangat merugikan orang lain yang do curanginya.. perilaku curang hanya diri kita sendiri yang bisa mengendalikannya, jika di hati sudah berpikir picik ingin berbuat curang ,maka orang tersebut pun pasti akan curang selama hidupnya. Dan sesungguhnya kecurangan tidak baik dan tidak patut di contoh oleh siapapun.
 sumber : http://hanggoroeko.blogspot.com/2012/04/penertian-kecurangan.html

4.Pemulihan nama baik
Nama baik merupakan tujuan utama orang hidup. Nama baik adalah nama yang tidak tercela. Setiap orang menjaga dengan hati-hati agar namanya tetap baik. Lebih-lebih jika ia menjadi teladan bagi orang/tetangga disekitarnya adalah suatu kebanggaan batin yang tak ternilai harganya.
Ada peribahasa berbunyi “Daripada berputih mata lebih baik berputih tulang” artinya orang lebih baik mati dari pada malu. Betapa besar nilai nama baik itu sehingga nyawa menjadi taruhannya. Setiap orang tua selalu berpesan kepada anak-anaknya “Jagalah nama keluargamu!” Dengan menyebut “nama” berarti sudah mengandung arti “nama baik” Ada pula pesan orang tua “Jangan membuat malu” pesan itu juga berarti menjaga nama baik. Orang tua yang menghadapi anaknya yang sudah dewasa sering kali berpesan “laksanakan apa yang kamu anggap baik, dan jangan kau laksanakan apa yang kamu anggap tidak baik!” Dengan melaksanakan apa yang dianggap baik berarti pula menjaga nama baik dirinya sendiri, yang berarti menjaga nama baik keluarga.
Penjagaan nama baik erat hubunganya dengan tingkah laku atau perbuatan. Atau bisa dikatakan nama baik atau tidak baik itu adalah tingkah laku atau perbuatannya. Yang dimaksud dengan tingkah laku dan perbuatan itu, antara lain cara berbahasa, cara bergaul, sopan santun, disiplin pribadi, cara menghadapi orang, perbuatan – perbuatan yang dihalalkan agama dan lain sebagainya.
Tingkah laku atau perbuatan yang baik dengan nama baik itu pada hakekatnya sesuai dengan kodratnya manusia, yaitu:
a) Manusia menurut sifat dasarnya adalah makhluk moral.
b) Ada aturan-aturan yang berdiri sendiri yang harus dipatuhi manusia untuk mewujudkan dirinya sendiri sebagai pelaku moral tersebut.
Pada hakekatnya, pemulihan nama baik adalah kesadaran manusia akan segala kesalahannya; bahwa apa yang telah diperbuatnya tidak sesuai dengan ukuran moral atau tidak sesuai dengan akhlak.
Akhlak berasal dari bahasa Arab akhlaq bentuk jamak dari khuluq dan dari akar kata ahlaq yang berarti penciptaan. Oleh karena itu, tingkah laku dan perbuatan manusia harus disesuaikan dengan penciptanya sebagai manusia. /untuk itu, orang harus bertingkah laku dan berbuat sesuai dengan ahlak yang baik.
Ada tiga macam godaan, yaitu derajat/pangkat, harta dan wanita. Bila orang tidak dapat menguasai hawa nafsunya, maka ia akan terjerumus kejurang kenistaan, karena untuk memiliki derajat/pangkat,harta dan wanita itu dengan mempergunakan jarak yang tidak wajar. Jalan itu antara lain, fitnah, membohong, suap, mencuri, merampok dan menempuh semua jalan yang diharamkan.
Hawa nafsu dan angan-angan bagaikan sungai dan air. Hawa nafsu yang tak tersalurkan melalui sungai yang baik, yang benar, akan meluap kemana-mana yang akhirnya sangat berbahaya. Menjerumuskan manusia ke lumpur dosa.
Ada godaan halus, yang dalam bahasa jawa, adigang, adigung, adiguna, yaitu membanggakan kekuasaan, kebesarannya, dan kepandaiannya. Semua itu mengandung arti kesombongan.
Untuk memulihkan nama baik, manusia harus tobat atau minta maaf. Tobat dan minta maaf tidak hanya dibibir. Melainkan harus bertingkah laku sopan, ramah, berbuat budi darma dengan memberikan kebajikan dan pertolongan sesama hidup yang perlu ditolong dengan penuh rasa kasih sayang, tanpa pamrih, Takwa kepada Tuhan dan mempunyai sikap rela, tawakal, jujur, adil, dan budi luhur selalu dipupuk.
Pengertian rehabilitasi menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah  pemulihan kepada kedudukan atau keadaan yang dahulu atau semula. Pasal 9 UU No. 14 Tahun 1970 tentang Kekuasaan Kehakiman mengatakan bahwa seseorang yang ditangkap, ditahan, dituntut atau diadili tanpa alasan berdasarkan UU, atau karena kekeliruan mengenai orangnya atau hukum yang diterapkan berhak menuntut ganti kerugian dan rehabilitasi. Pengertian  rehabilitasi dalam UU No. 14 Tahun 1970 adalah  pemulihan hak seseorang dalam kemampuan atau posisi semula yang diberikan oleh pengadilan. Kemudian menurut Pasal 1 butir 22 KUHAP,  rehabilitasi adalah hak seseorang untuk mendapat pemulihan haknya dalam kemampuan, kedudukan dan harkat serta martabatnya yang diberikan pada tingkat penyidikan, penuntutan atau peradilan karena ditangkap, ditahan, dituntut atau diadili tanpa alas an berdasarkan UU atau karena kekeliruan mengenai orangnya atau hukum yang diterapkan menurut cara yang diatur dalam UU ini. Rehabilitasi mengikuti ganti kerugian. Artinya praperadilan dilakukan karena permohonan ganti kerugian, karena aparat salah melakukan penangkapan, atau tidak sesuai dengan hukum dan sebagainya dan setelah itu (setelah praperadilannya dikabulkan oleh hakim) maka yang bersangkutan bisa meminta rehabilitasi agar nama baiknya dipulihkan kembali. Pihak-pihak yang berhak mengajukan rehabilitasi itu adalah pihak yang diputus bebas atau lepas dari segala tuntutan hukum yang putusannya telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap. Misalnya seseorang diadili, kemudian diputuskan bebas atau lepas dari segala tuntutan hukum, maka dia itu berhak memperoleh rehabilitasi atas pemulihan nama baiknya.
Perbedaan antara rehabilitasi dengan pencemaran nama baik adalah bahwa rehabilitasi dilakukan karena perbuatan aparat penegak hukum. Artinya si pemohon rehabilitasi adalah tersangka, terdakwa, terpidana yang permohonan praperadilannya dikabulkan (ada campur tangan aparat) karena rehabilitasi itu adalah hak yang diberikan oleh KUHAP kepada tersangka atau terdakwa. Rehabilitasi lebih kepada hal yang tidak berhubungan dengan materi melainkan hanya menyangkut nama baik saja karena rehabilitasi adalah pemulihan hak seseorang hak atau kemampuan seseorang dalam posisi semula. Sementara pencemaran nama baik diatur dalam KUHP (mengenai pencemaran nama baik) adalah gugatan dari seseorang kepada orang lain yang dianggap telah mencemarkan nama baiknya. Jadi tidak ada campur tangan aparat dalam hal upaya paksa. Permintaan rehabilitasi bisa diajukan oleh tersangka, keluarga atau kuasanya. Jadi ahli waris juga bisa mengajukan rehabilitasi. Begitu juga halnya dengan ganti kerugian.
sumber : http://thebrokenclub.blogspot.com/2012/04/pemulihan-nama-baik.html
http://abra139210.wordpress.com/2011/03/20/manusia-dan-keadilan/
5. Pembalasan
Mengharapkan tahun 2006 blockbuster Agung AS putusan Mahkamah, Burlington Northern v Putih, membengkak jumlah pengaduan pembalasan dan tuntutan hukum.
Karyawan dapat memenangkan tuntutan hukum pembalasan hanya jika mereka dapat membuktikan bahwa mereka menderita "tindakan merugikan" dalam menanggapi aktivitas mereka dilindungi (mengajukan pengaduan diskriminasi, dll). Namun, Mahkamah Agung telah mengadopsi standar nasional yang sangat luas dari apa yang dianggap suatu tindakan yang merugikan.
Klaim pembalasan sedang meningkat. Bahkan, hampir 30 persen dari klaim kerja yang disampaikan ke Komisi Kesempatan US Equal Employment (EEOC) sekarang termasuk keluhan pembalasan. Itu naik dari hanya 15 persen pada tahun 1992.
Pembalasan: Sebuah teka-teki 3-sepotong
Hukum ketenagakerjaan Banyak federal, termasuk hukum diskriminasi Judul VII dan ADA, melarang membalas pekerja yang terlibat dalam "kegiatan dilindungi secara hukum."
Sebuah klaim pembalasan harus menunjukkan tiga bagian berikut untuk membuatnya ke pengadilan:
  1. Dilindungi aktivitas Karyawan EEOC mengklaim hitungan sebagai aktivitas lindung., Seperti halnya di-rumah keluhan tentang diskriminasi kerja atau partisipasi dalam penyelidikan. Juga, karyawan terlibat dalam aktivitas yang dilindungi ketika mereka menolak untuk mematuhi perintah karena mereka percaya itu diskriminatif.
  2. Tindakan yang merugikan. Berikutnya, seorang karyawan harus menderita suatu "tindakan yang merugikan" menyusul aktivitas dilindungi secara hukum.
  3. Bukti yang mengaitkan keduanya. Akhirnya, karyawan harus membuktikan bahwa aktivitas dilindungi dan tindakan buruk yang terkait (yaitu, pembalasan yang merupakan motif untuk tindakan yang merugikan).
Apakah pengeluh 'tak tersentuh'?
Jika seorang karyawan melaporkan keluhan, Anda harus memperlakukan karyawan yang sama seperti karyawan lainnya. Sadar akan waktu keputusan kerja dan disiplin. Menetapkan kebijakan anti pembalasan yang jelas dan prosedur pengaduan, dan pastikan karyawan tahu tentang mereka.
Perhatikan, bagaimanapun, bahwa ini "mengeluh" karyawan tidak kebal dari disiplin. Dalam beberapa situasi, Anda harus mendisiplinkan karyawan dilindungi tersebut.
Itulah mengapa adalah bijaksana untuk membatasi jumlah supervisor yang mengetahui tentang keluhan karyawan Alasan:. Jika seorang supervisor yang disiplin karyawan tidak menyadari keluhan diskriminasi karyawan, supervisor tidak bisa membuat keputusan berdasarkan tuduhan itu.
3 pertanyaan untuk meminta
Bagaimana Anda bisa membuktikan bahwa niat Anda sah? Sebelum mengambil tindakan apapun terhadap "dilindungi" karyawan, tanyakan pada diri Anda pertanyaan ini:
  1. "Kenapa sekarang?" Meneliti waktu tindakan Anda. Jika baunya seperti pembalasan, juri bisa memerintah seperti itu.
  2. "Mengapa saya mengambil tindakan tertentu saat ini?" Periksa alasan Anda, motif Anda dan apakah ada hubungan dengan keluhan.
  3. "Apakah aku mengambil tindakan ini jika ini adalah karyawan terbaik saya?" Jika jawaban Anda adalah "Tidak," Anda bisa membuka diri untuk muatan pembalasan. Jika jawaban Anda adalah "Ya," pastikan bahwa Anda mendokumentasikan dasar untuk keputusan Anda sebelum pergi ke depan.
Intinya: Jika Anda menghadapi keluhan karyawan, sekarang bukan saatnya untuk menyimpang dari praktek sehari-hari Anda.
Menurut David Wachtel, seorang pengacara kerja di Law Firm Bernabei di Washington, DC, berikut adalah empat cara untuk meminimalkan resiko Anda terkena klaim pembalasan:
  1. Ingatkan pengawas dari aturan-aturan dasar baru. Bahkan pengawas yang memahami bahwa komentar yang menjelekkan ras, jenis kelamin dan usia tidak memiliki tempat di tempat kerja dapat kehilangan dingin mereka ketika dihadapkan dengan tuduhan diskriminasi yang mereka anggap sebagai tidak berdasar. Sekarang adalah saat yang tepat untuk mengingatkan supervisor yang mengajukan tuduhan itu sendiri-atau oposisi lain untuk diskriminasi-tidak harus menjadi penyebab aksi yang merugikan.
  2. Tinjau waktu tindakan kerja, disiplin. Klaim pembalasan Banyak dibangun pada kesimpulan logis bahwa perubahan status karyawan lama setelah pengaduan itu disebabkan oleh bahwa keluhan itu sendiri, dan karena itu, balasan. Ketika supervisor mengusulkan perubahan status pekerjaan tepat setelah seorang karyawan mengeluh diskriminasi, pertimbangkan apakah mungkin pembalasan (atau bahkan muncul pembalasan).
  3. Mengambil pandangan yang luas tentang apa yang mungkin dianggap sebagai pembalasan. Berdasarkan standar baru Mahkamah Agung, pengusaha harus waspada dengan setiap tindakan yang dapat dianggap pembalasan, bahkan nonemployment terkait tindakan. Pengadilan akan melihat dampak pembalasan atas dasar kasus per kasus. Putusan pengadilan mengatakan, misalnya, bahwa kegagalan seorang pengawas untuk mengundang karyawan untuk makan siang mungkin tampak sepele, tetapi bisa dianggap pembalasan jika makan siang yang sesi pelatihan penting.
  4. Pertimbangkan bagaimana "orang yang masuk akal" akan bereaksi pada posisi pengeluh itu. Mahkamah Agung mengatakan bahwa tindakan bahkan yang mungkin muncul tidak berbahaya bagi orang luar bisa menjadi pembalasan ditindaklanjuti jika "orang yang masuk akal" di posisi karyawan akan terhalang untuk mengajukan keluhan diskriminasi karena pembalasan yang dituduhkan
sumber : http://www.businessmanagementdaily.com/1965/what-does-broad-new

Kamis, 29 November 2012

cerpen manusia dan kegelisahan


Butir Kegelisahan
Tak bisa kupungkiri memang, beberapa hari ini aku terus mencoba menentramkan jiwa, menyelimuti kalbu yang mulai tertoreh. Menutupi kegelisahan yang aku sendiri tak memahaminya. Aku melangkah setapak, namun kalut itu masih ada. Kembali ku gelengkan kepala, berharap bayangan yang tak berwujud itu segera hilang meninggalkan diriku. Aku menjerit pelan " Pergilah, aku mohon..." . Terasa ruang ini begitu sempit. Padahal sebelumnya aku sangat mencintai ruang ini, disinilah tempatku menghilangkan jenuh hari-hariku, melepaskan gerutuan yang kudapat dijalanan. Kini, ia tak berarti apa-apa. Seolah ada tempat lain yang lebih nyaman bagiku, dan aku bisa tenang disana. Yup, jelas tempat itu memang ada, Firdaus Nya. Lantas, apa saat ini detik penantian itu sudah dekat? Rabb, hatiku memang gelisah, tapi aku tidak ingin mengahdapMu dalam kondisi seperti ini.
Jiwaku benar-benar carut marut. Aku duduk diatas kursi kesayanganku. Dimana aku melayang kedunia maya, disana aku terbang kemanapun yang aku inginkan, dan disana pula tempatku menoreh banyak cerita, menyampaikan pesan hati lewat tulisan untuk orang banyak. Kugoyangkan penaku perlahan. Tercoret tanpa arah. Tanpa makna. Namun, bagiku coretan itu begitu menyimpan makna. Sebegitukah keadaan hatiku saat ini? Fuih,,,aku tak menemukan ide untuk berpesta pora dengan kata-kata indah yang biasa ku tulis. Kemudian aku bangkit, berjalan kesana kemari. Seandainya sahabatku Rahmi ada disini seperti biasa menemani hari-hariku, pasti ia bingung dan linglung melihatku seperti ini. Tapi keberadaannya pasti bisa sedikit membantuku mengemban kegelisahan ini. Hari ini ia tiada, ia sedang birrul walidain mengunjungi orang tua tercinta di kampung halaman, dan aku tidak berhak melarangnya.
Kuhentikan langkah. Kumelihat kesekeliling. Ah, kenapa aku tidak mengaji saja. Akhirnya aku tersenyum indah, aku tahu apa yang akan aku lakukan saat ini. Segera aku beranjak ke kamar mandi ingin berwudhu, berusaha menentramkan kegalauan hati. Rabb, kesejukan ini sungguh bermakna. Pujian ku hantur syahdu untuk Nya. Kuraih Mushaf Merah marunku, yang selalu bisa membuat bibirku basah indah dengan menghayati tiap katanya. Kumulai dengan kalimat ta'awudz dan basmalah untuk memasuki dunia kalam Nya. Tetesan embun memenuhi ruang jiwaku, menyejukkan jiwaku yang sedang meronta galau. Terasa begitu indah. Air mataku mulai jatuh, bening itu jatuh begitu saja, tanpa paksaan, tanpa rekayasa. Semakin ku memperpanjang bacaan, semakin deras ia bercucuran, menandakan sebegitu beratnya beban hatiku saat ini. Allah aku begitu merindukanMu. Sungguh!!!
Bingung. Lagi-lagi aku seperti ini. Aku merasa dunia saat ini sungguh tidak bersahabat. Bagiku dunia tidak lagi ramah. Walaupun aku tak tahu kapan ia pernah ramah. Aku bosan, bosan melihat prioritas manusia yang selalu hanya memikirkan dunia. Walau aku tidak mungkin juga lari dari dunia. Walau aku masih saja larut dalam aktifitas manusiawi yang tak bermakna. Itulah sebabnya aku merasa bosan. Dunia. Wajah aneh penuh rasa. Ada kebahagiaan, kekejaman, kesadisan dan banyak lainnya yang tak bisa kusebutkan, lebih tepatnya tak ingin kusebutkan. Dunia. Ladang fatamorgana yang manusia tak bisa lari darinya. Memang, tak mungkin terhindar darinya. Sebab kasat mata yang terlihat hanya dunia saja. Ladang akhirat akan hadir setelah adanya perenungan.
Aku sepi. Aku tak mengerti apa aku benar-benar lelah menghadapi dunia ini. Aku kembali merenungi niat yang aku miliki. Apa ia begitu suci? Apa ia sudah lurus? Apa ia sudah layak untuk memperoleh janji FirdausNya? Atau apa ia hanya nafsu dunia saja? Hanya tuntutan yang belum mengenal arah. Entahlah...
" Dunia memang indah, lebih indah dari hayalan seorang putri raja  dikala menanti sang pangeran. Ia kebahagiaan dan kesenangan. Sahabatku Rini, dunia itu hanya tipuan, keindahannya hanya sementara, ia tak menjanjikan apapun, walau kita sudah memperoleh kebahagiaan dari padanya, namun belum pasti bisa kita bawa hingga ke akhirat. Rin,,, sungguh aku begitu mencintai mu karena Allah, aku tahu kau seperti ini bukan karena ketidakpercayaanmu pada janji Allah, bahkan kau lebih tau tentang itu dari pada aku, kau sahabat yang luar biasa Rin, jangan kau biarkan dirimu kalut dalam kegalauan seperti ini. Jika memang kau lelah, berbuatlah satu hal yang bagimu itu lebih baik kau kerjakan saat ini sebab kau takut akan meninggalkan semuanya. Sahabatku,,,Aku tahu siapa dirimu, ambillah ia, dan kerjakanlah ia, jika itu adalah ahsanul amal bagimu. Jangan pedulikan bisikan-bisikan itu, itu hanya akan membuatmu ragu untuk melangkah. Sobat, aku percaya kau tidak akan salah pilih. Karena aku tahu berapa besarnya rasa cinta dalam hatimu untuk Sang Rabb. Rin, aku akan kembali dalam minggu ini, aku harap kau sabar menunggunya. Aku rindu mendengar celotehanmu, suara tawamu, dan pujianmu itu. Ahibbak fillah....."
Aku menangis tersedu. Allah, terima kasih Kau telah memberiku seorang sahabat yang begitu mengerti aku. Aku begitu mencintainya Rabb. Dia yang selalu membantuku menghapus butir kegelisahan hati, dan menguatkan kasihku pada Mu. Pesan itu begitu panjang, ia sahabatku rela mengirimkan pesan panjang itu lewat SMS yang pasti banyak menghabiskan layar. Namun, itu sangat bermakna bagiku. Hatiku yakin kini. Mantap pada keputusan yang akan aku lakukan untuk menghapus semua goyah kalbu ini. Aku khawatir, jika aku tak melakukannya, aku akan lebih parah dari ini.
Bismillah,,Rabb terimalah niat lurus ku ini. Tak ada lain yang kuinginkan selain ridha Mu saja. Sungguh hanya itu Allah.
Sujud takzim ku persembahkan untuk Nya. Kali ini aku merasa sujud ini begitu berkesan. Wahai dunia dengan segala perangkatmu, aku ingin sejenak melupakanmu, meninggalkan harapan dan bayangan serta nafsu yang selama ini melekat di dinding jiwaku. Tak ada janji apapun yang mengikatku, selain hanya janji dari Nya saja.
Kuhapus air mata ini. Kuharap tetesan ini menghapus khilaf yang aku lalui. Kini, hatiku mantap sudah, melangkah maju ke Darul Hufadz, tanah impianku selama ini. Moga saja Aku bisa menghilangkan Hubbud dunya yang ada dalam jasadku selama ini. Allah, aku datang untuk memelihara kalam Mu, seperti yang pernah dilakukan oleh para sahabat dulu. Faidza ‘azzamta fatawakkal ‘alalllah. Bismillah. 
Goresan Pena ; Gadis Intifadha
 
sumber : http://www.dudung.net/artikel-bebas/butir-kegelisahan--cerpen.html 
manusia dan kegelisahan


1.Pengertian kegelisahan dan sumber-sumber kegelisahan 

A.     Pengertian kegelisahan

Kegelisahan merupakan penyakit jiwa yang paling sering terjadi di masyarakat, bahkan jumlah orang yang rutin melakukan pemeriksaan jiwa dan saraf, serta mereka yang mengalami problem-problem psikologis—terutama kegelisahan—terus bertambah. Hal ini ditegaskan oleh penelitian-penelitian yang dilakukan di Amerika dan Inggris. Badan statistik di Amerika mengungkapkan bahwa 85% orang yang sakit jiwa terkena kegelisahan. Secara umum kegelisahan terjadi pada anak-anak kecil, atau pada masa-masa puber dan awal-awal menginjak dewasa, atau pada orang-orang yang sudah lanjut usia, atau juga pada sebagian besar siswa dan pelajar.
Kegelisahan tidak lain adalah reaksi natural psikologis dan phisiologis akibat ketegangan saraf dan kondisi-kondisi kritis atau tidak menyenangkan. Pada masing-masing orang terdapat reaksi yang berbeda dengan yang lain, tergantung faktor-faktornya, dan itu wajar. Adapun bahwa manusia selalu merasa gelisah hingga membuatnya mengeluarkan keringat dingin, jantungnya berdetak sangat kencang, tekanan darahnya naik pada kondisi apa pun; maka ini sebenarnya sudah melewati batas rasional.
Sebenarnya terdapat “kegelisahan” yang dibutuhkan untuk menumbuhkan semangat dalam menghadapi tantangan, untuk menjaga keseimbangan dinamika internal atau untuk meneguhkan diri, bahkan untuk menggapai ketenangan jiwa—yang merupakan tujuan setiap manusia—dan untuk meraih kesuksesan dalam mengarungi kehidupan.
Sedangkan “kegelisahan negatif” (al-qalq as-salabîy) adalah kegelisahan yang berlebih-lebihan, atau yang melewati batas, yaitu kegelisahan yang berhenti pada titik merasakan kelemahan, di mana orang yang mengalaminya sama sekali tidak bisa melakukan perubahan positif atau langkah-langkah konkret untuk berubah atau mencapai tujuan yang diinginkan, yaitu kegelisahan dalam ‘menanti-nanti’ sesuatu yang tidak jelas atau tidak ada.
“Kegelisahan positif” merupakan dasar kehidupan atau sebagai kesadaran yang dapat menjadi spirit dalam memecahkan banyak permasalahan, atau sebagai tanda peringatan, kehati-hatian dan kewaspadaan terhadap bahaya-bahaya atau hal-hal yang datang secara tiba-tiba dan tak terduga.

B.      Sumber – Sumber Kegelisahan
sumber kegelisahan itu bukan dari luar diri, tetapi dari dalam diri. Karena faktor luar diri itu tidak dominan, Meskipun kita mampu menyelesaikan problem itu dengan cara menyelesaikan pokok masalahnya dari luar, tapi ia akan dirundung kegelisahan dalam bentuk lain. Begitu seterusnya tak pernah selesai.
Sebagai contoh, ketika kita berada pada puncak kesedihan karena masalah ekonomi, kadang kita tidak memperhatikan bahwa dititik kulminasi itu ada rasanya. Kita malah terbuai dengan hal lain yang mengganggu pikiran kita. Padahal di titik kesedihan itu ada geliat jiwa yang berpotensi untuk menyelesaikannya. Biarkan jiwa kita merasakan getaran “sedih” itu. Rasakan bagaimana ia menemukan penyelesaian dengan kejernihan hati dan kepasrahan kepada Tuhan, Sang Pemilik Jiwa. Dialah yang memberi ketenangan dan kedamaian hati. Lepaskan duka kita kepada Allah. Biarlah Dia yang membimbing dan menuntun hati kita. Berserah dirilah kepada-Nya secara total.
Jangan sampai kita malah terjebak pada hasrat, keinginan, harapan, cita-cita, dan angan belaka, tanpa mengetahui apa hakikat jiwa. Buang jauh-jauh prasangka buruk pada diri dan pada Allah. Uang tak akan menyelesaikan masalah kita. Meskipun pada waktu itu uang dapat menyelesaikan problem ekonomi kita, tapi kita akan mendapat kegelisahan dan kesedihan berikutnya, baik dalam bentuk yang sama ataupun dalam bentuk yang berbeda.
Namun jika pada saat kesedihan kita itu memuncak, lalu kita mengembalikan segala sesuatu pada Allah : “Dari-Mu dan kepada-Mu akan kembali, ya Allah”, maka kita akan menemukan dan memahami titik kesedihan yang sebenarnya.
Lalu, jiwa kita akan bertanya dan bertanya lagi, apa setelah kembali pada Allah? Hidup dan matiku untuk-Mu. Ya Allah. Makan minumku untuk siapa? Kerja dan pengabdianku untuk siapa? Untuk apa? Mengapa? Bagaimana? Dimana? Dan sederet pertanyaan-pertanyaan geliat jiwa lainnya yang dipersembahkan kepada Allah. Pada titik itu kita pasti akan menyadari dan berkata, “Ya Allah, segala hidupku dari-Mu dan kepada-Mu akan kembali.

sumber :http://gakkena.wordpress.com/2012/01/08/manusia-dan-kegelisahan/

2.Pengertian keterasingan dan sumber-sumber keterasingan
A.Keterasingan
Keterasingan berasal dari kata terasing, dan kata itu adalah dari kata dasar asing. Kata asing berarti sendiri, tidak dikenal,sehingga kata terasing berarti, tersisihkan dari pergaulan, terpisahkan dari yang lain, atau terpencil. Jadi kata terasingberarti hal-hal yang berkenaan dengan tersisihkan dari pegaulan, terpencil atau terpisah dari yang lain. Keterasingan adalahbagian hidup manusia. Sebentar atau lama, orang pernah mengalami hidup dalam keterasingan sudah tentu dengan sebabdan kadar yang berbeda satu sama lain. Yang menyebabkan orang berada dalam keterasingan ialah perilakunya yang tidakdapat diterima atau tidak dapat dibenarkan oleh masyarakat, atau kekurangan yang aa pada diri seseorang, sehingga ia tidak dapat atau sulit menyesuaikan diri dalam masyarakat.
B.Sumber-sumber keterasingan
Orang yang bersifat sombong angkuh, besar kepala, tidak menghormati orang lai selalu akan tersisih dari pergaulan masyarakat, karena perilaku semacam ini tidak disenangi dan dibenci oleh masyarakat. Orang lain akan merasa tersentuh nilai-nilai kemanusiaannya apabila bergaul dengan orang angkuh, sombong, dan tidak menghormati orang lain. Karena itu ia dibenci orang lain, sehingga membuat ia dalam keterasingan.


3.Pengertian kesepian dan sumber-sumber kesepian

A.Pengertian kesepian
Kesepian berasal dari kata sepi yang  berarti sunyi atau lengang, sehingga
kata kesepian berarti merasa sunyi atau lengang, tidak berteman. Setiap orang
pernah mengalami kesepian, karena kesepian bagian hidup manusia, lama rasa sepi
itu bergantung kepada mental orang dan kasus penyebabnya.
B.Sumber-sumber kesepian    
Bermacam-macam penyebab terjadinya kesepian. Frustasi dapat
mengakibatkan kesepian dalam hal seperti  itu orang tidak mau diganggu, ia lebih
senang dalam keadaan sepi, tidak suka bergaul, dan sebagainya, ia lebih senang
hidup sendiri.
 Bila kita perhatikan sepintas lalu keterasingan dan kesepian itu serupa tetapi
tidak sama, namun ada hubungannya. Beda antara keduanya hanya terletak pada
sebab akibat. Jadi kesepian itu akibat dari keterasingan. Keterasingan akibat sikap
sombong, angkuh, kaku, keras kepala, sehingga dijauhi teman-teman sepergaulan.
Karena teman-teman menjauhi maka orang yang bersikap sombong itu hidup
terasing, terpencil dari keramaian hidup sehingga kesepian.
Orang yang frustasi itu bersikap rendah diri, sengaja menjauhi pergaulan
ramai, kebaikan dengan orang yang bersikap sombong. Orang yang bersikap rendah
diri, pemalu, minder, merasa dirinya kurang berharga dibanding orang lain, maka itu
lebih suka menyendiri karena menyendiri itu akibatnya kesepian.

sumber : http://sanwanidjoyo.blogspot.com/2012/06/pengertian-kesepian-dan-contohnya.html



4.Pengertian ketidakpastian dan sumber-sumber ketidakpastian

A.Ketidakpastian
Ketidakpastian adalah sebutan yang digunakan dengan berbagai cara di sejumlah bidang, termasuk filosofi, fisika, statistika, ekonomika, keuangan, asuransi, psikologi, sosiologi, teknik, dan ilmu pengetahuan informasi. Ketidakpastian berlaku pada perkiraan masa depan hingga pengukuran fisik yang sudah ada atau yang belum diketahui.

B.Sumber-sumber ketidakpastian
Contohnya, jika Anda tidak tahu apakah besok hujan, maka Anda mengalami ketidakpastian. Bila Anda menerapkan kemungkinan ini pada hasil memungkinkan yang menggunakan perkiraan cuaca atau penilaian kemungkinan terkalibrasi, Anda telah memperkirakan ketidakpastian.

sumber :http://radenmasyonatanpandukristanto.blogspot.com/2012/06/tugas-ibd-pengertian-ketidakpastian.html

Selasa, 27 November 2012

puisi

 

puisi

Monolong Hati Pada Jiwa

Gertak hati ku..
..pada jiwa ku..

Engkau ampuni dia?
engkau lupakan dia?

tak ingat pada seksa mu?
tak ingat pada janji nya pada mu?
tak ingat pada senyumannya yang palsu?

Gertak hati ku..
..pada jiwa ku..

atau
..engkau masih sayang dia..
..engkau masih rindu dia..
..engkau masih dambakan dia..
..engkau dahaga kasihnya..
engkau masih..masih..masih..

aduhai laksana batu besar di tepian pantai
dipukul ombak berkali..
terluka masih kukuh di situ..
tercedera masih tak tumbang..
diconteng pelawat pantai.. masih tak ganjak

suci..suci rindu ku
suci..suci kasih ku
suci..suci pasrah ku

Tuhan..
bantu aku melupakannya..

-Muaz Hadi-
sumber:http://damai-hati-ini.blogspot.com/search/label/Puitis
cerpen hubungan manusia dengan cinta kasih / kasih sayang


"Ini akan menjadi perjalanan yang panjang dan melelahkan," ujar Noy.
Udara pengab. Kipas angin di atas lorong kereta tak lagi berguna. Satu-satunya harapan hanyalah angin yang menyeruak dari jendela kereta. Derai harmonika mencicit. Ditimpa suara gendang bertalu-talu. Meski terganggu, perpaduan keduanya cukup mengobati luka akibat derita kegerahan ini.

"Ini akan berlangsung selama 12 jam," desis Noy lagi. Aku menghela nafas. Apa daya, hanya ini pilihan terbaikku. Semoga petang nanti aku sudah sampai di mulut desanya.

Seseorang bernyanyi. Harmonika dan gendang mengiringi. Suara-suara lain menimpali. Orang-orang mencoba membunuh sepi. Beberapa pemuda gondrong bersiul-siul. Sesekali tertawa. Asap rokok mengepul dari hidung dan mulut mereka. Ini zaman merdeka, begitu mungkin pikir mereka. Kami boleh berasap di mana pun suka, tak peduli ada hidung lain yang merana.

"Kau sudah mengirim kabar?" tanya Noy di tengah kegaduhan. Aku menggeleng. Noy melotot.
"Kau tak banyak punya waktu. Sudah kau sia-siakan hidupmu..." Ya...ya…dia benar. Perjalanan ini memang penuh risiko. Mungkin ini merupakan perwujudan jiwa petualang, yang lama tak menemukan kesempatan.

"Kira-kira seperti apa wajahnya?" Noy menerawang keluar jendela kereta. Pertanyaan itu pula yang beberapa hari ini menggerayangi pikiranku. Tapi selalu kucoba menjawabnya sendiri. Seperti apa pun, aku tak peduli.

Kereta melambat. Gendang tetap bernyanyi. Harmonika tetap berdenyit, meski sama sekali tak padu. Suara-suara lain melemah. Kabut kantuk mulai membelenggu para penumpang kereta. Derak-derak roda melemah, kereta akhirnya berhenti. Stasiun Wonosari. Pedagang tahu, roti, mangga, boneka, berhamburan mencari peluang. Mendadak suara-suara kembali bangkit. Udara bertambah gerah. Genderang belum juga berhenti.

"Bagaimana perasaanmu?" Noy menoleh ke arahku. Aku tak pernah peduli, meski pada rasaku sendiri. Aku pergi hanya mengikuti intuisi. Sudah begitu lama kucoba membuang bayangnya, sejak ia berkata: "Kau sudah menjadi milik orang lain, aku pun akan melakukan hal yang sama. Kita akan mencari milik kita masing-masing."

Meski aku tahu ia tak sungguh-sungguh, aku toh pergi juga meninggalkannya. Aku laki-laki muda, waktu itu. Laki-laki selalu penuh keinginan. Mungkin juga kesalahan. Dunia begitu penuh warna, laki-laki muda kadang silau oleh pancaran kemilaunya. Hingga sesuatu memudarkan pancaran itu, hadirnya seorang gadis muda yang berkata: Aku sudah telat lima minggu.

Roda kereta berderak kembali. Harmonika telah bungkam. Gendang membisu. Suara-suara lain kembali melemah. Ladang jagung menua, seolah berlari di antara kereta yang diam.

"Pernahkah kau merasa bersalah?" Noy menatapku tepat di kedua mata. Kubuang pandangku pada deretan ladang jagung yang menggelar warna putih kekuningan. Mestikah perasaan bersalah diberikan dalam bentuk pengakuan? Yang kulakukan sepanjang 8 tahun terakhir adalah mendoakannya, semoga ia bahagia dengan siapa pun lelaki pilihannya. Sesekali ia datang dalam bentuk mimpi atau fatamorgana di siang bolong. Tetapi aku laki-laki, aku dilatih dengan baik oleh lingkunganku untuk membunuh suara hati.

Stasiun kelima terlewati. Hari mulai menua. Cahaya sore sudah mengintip jendela. Masih dua stasiun lagi harus disinggahi kereta butut ini. Kucoba tidur. Mataku sudah tertutup rapat. Tapi dalam kelopak itu kudapati wajahnya. Seringkali aku bertanya, mengapa ia masih sering datang padaku dalam bentuk serupa itu? Noy mulai gelisah. Ia berjalan hilir mudik menunggu stasiun terakhir.

Harmonika telah benar-benar berhenti. Namun suara gendang makin menggila. Orang-orang ikut bernyanyi mengikuti iramanya. Beberapa sambil menari. Goyangan kereta membuat mereka tertawa-tawa. Menertawakan ketidakmampuan mereka membayar karcis eksekutif, menertawakan kemauan mereka dijejalkan dalam gerbong pengab. Peserta tarian kian bertambah jumlahnya, dimulai sepasang dua pasang kaki, akhirnya seluruh penghuni gerbong menari dalam iringan suara gendang, kecuali aku dan Noy.

Dalam hiruk-pikuk itulah aku membuka lipatan kertas lusuh dari kantongku. Surat ini dikirimkan beberapa minggu lalu, dialamatkan ke kantor. Sudah berkali-kali kubaca, untuk memahami artinya. Istriku hampir memergokinya, tapi sebagai laki-laki aku dibekali 1001 alasan untuk berdalih.

"Ini pasti surat cinta!" ia memekik-mekik.
"Asumsi perempuan seringkali salah dalam menilai sesuatu," jawabku kalem.
"Aku istrimu. Aku berhak tahu apa yang kau simpan."
"Sejak dulu sudah kukatakan, sekalipun suami istri, kita harus punya wilayah pribadi yang harus dihargai pasangannya."
"Kau merahasiakan sesuatu dariku?"
"Semua orang perlu memiliki rahasia. Kalau tidak, kita telanjang di mana-mana."
"Apakah ini soal wanita?" Ia akan mulai terisak.
"Lelaki memiliki banyak hal untuk dirahasiakan, selama kau berpikir rahasia pria adalah wanita, kau akan menderita selamanya."
Perselisihan hari itu selesai. Dessert yang manis adalah memeluknya, menghapus air mata betinanya, lalu bercinta.
Sementara Noy hilir-mudik menenangkan diri, aku membuka lipatan surat ini dan membacanya untuk ke-17 kali.

Café Periplus jam 11.20 siang (Dalam harapan yang sia-sia di siang bolong).
Sejak kemarin sesungguhnya pikiranku sadar kau tak mungkin datang, tetapi hatiku. Dia bersikeras menunggumu di Jogja ini. Sedangkan aku tahu istrimu hamil tua. Tetapi alasan menjumpai penerbit seperti usulanku, tidakkah cukup mengelabuhinya?

Semalaman aku tidur dalam gelisah. Pendingin ruangan hotel Sosrowijayan tak mampu meredam gerahku. Sudah aku tongkrongi dirimu di warnet itu selama dua jam. Tapi namamu tak jua mencuat di Yahoo Massanger atapun Mirc. Sudah dua kali pula kulayangkan email selama dua jam itu. Jawabanmu nihil. Satu-satunya email darimu dalam bulan ini kuterima seminggu lalu. Isinya singkat: istriku hamil tujuh bulan, anak ke tiga. Aku tak mungkin meninggalkannya."

Namun tetap saja kulayangkan kalimat lagi: "Aku di kamar 217 Hotel Sosrowijayan." Naluriku mengatakan kau membaca emailku. Aku tahu kau ingin pergi. Aku tahu sedalam apa rasamu kepadaku. Tapi mungkin, istrimu wanita luar biasa yang mengantongi sejuta jimat Semar mesem, maka kau selalu berada di bawah ketiaknya. Kalau begitu kau adalah suami DKI.
Kenapa kau tak bernyali menemuiku? Bukankah aku pacar pertamamu? Kenapa kau tak berani selingkuh dengan mantan pacarmu? Paling-paling aku hanya perlu semalam dua malam denganmu. Terlalu sedikit jika dibandingkan dengan delapan tahun sejak kau jadi suaminya.

Tadi malam aku membayangkan dirimu memelukku. Aroma nafasmu, ketiakmu (yang mengandung sedikit amoniak kejantanan) serta bagian-bagian lain yang kukenal, memancing penderitaan cukup kuat. Bibirku terus-menerus memanggilmu. Harapku kaulah yang pagi tadi mengetok pintu kamar, ternyata cuma petugas hotel yang megirim secangkir kopi susu dan sebongkah omelet. Aku melahapnya juga. Anggap saja sebagai substitusi energi yang kugunakan dalam "pendakian" sendiri tadi malam. Dalam diam dan hening kuhirup ruap sedapnya kopi susu dan omelet ini, lalu aku menyiram tubuhku dalam hangat shower sambil membayangkan dirimu. Berikutnya aku mematut diri dalam cermin sembari menyadari kerja usia yang sempurna memahat kerut-merut pada seluruh bagian tubuhku. Waktu begitu kejam merenggut segala yang ada, sebelum aku dapat melakukan sesuatu, tiba-tiba saja terasa tepian batas itu sudah kian dekat.

Di café ini aku mencoba berandai-andai. Kau datang melongok rak-rak berisi buku asing itu. Kemudian menoleh ke arahku, kita berpagutan di sini tanpa peduli bahwa ini masih di Indonesia. Anggap saja ini Venesia, tempat kita pertama kali rendevouz. Tetapi di café ini hanya ada laki-laki bule, sama sekali tak identik dengan kulitmu yang nyaris legam serta nafas beraroma tembakau Virginia.
Baiklah Yon, sekarang kegelisahanku hampir sirna. Kakiku sudah mampu bergoyang bersama lagu "Girl from Ipanema" yang dimainkan pria sipit dengan grand pianonya di sudut sana. Kesia-siaan ini bukanlah tanpa alasan. Bukankah kita harus mengejar setiap mimpi yang kita genggam? Aku telah melakukannya dengan sempurna. Dan kini terasa betapa indahnya pengejaran itu.

Setidaknya kau tahu perasaanku tetap sama seperti 10 tahun lalu. Belum pernah ada caretaker di dalamnya. Peluang itu tetap milikmu, meski dulu terlontar keinginanku akan mencari pria lain. Sekarang keinginanku cuma satu: aku ingin mati dalam bahagia.
Saraswati
Pacar pertamamu

Kalimat terakhir itu tak kusukai. Sekaligus menjadi magnet, menciptakan pusaran, semakin kuat tiap jamnya. Akhirnya inilah perjalananku.
Para petani tembakau mulai beranjak meninggalkan ladang. Mereka melambai pada kami dengan wajah berseri. Aku tak tahu apakah hal ini semacam kebiasaan, atau sebentuk kekaguman pada lokomotif merah dengan sembilan gerbong yang meliuk-liuk menciptakan gaduh di antara ketenangan sawah ladang. Aku mencoba ikut melambai sebagai tanda partisipasi.

Harmonika berdenyit lagi. Suara gendang berganti jenis pukulan. Kali ini lebih pantas disebut genderang perang. Suara istriku kembali terngiang.
"Aneh! Sejak kapan seorang redaktur mendapat tugas reportase, di Lawang lagi. Ada apa sih di sana?" Sekali lagi, kemampuan improvisasiku mendapat tantangan.

"Liputan khusus tokoh-tokoh veteran. Semua reporter mendapat tugas meliput di ibukota. Kalau tidak percaya, telepon saja pemred-ku." Tentu saja aku sudah membuat perjanjian dengan bosku itu, dan menyuap teman-teman sebelah meja dengan nasi padang beberapa bungkus untuk mempermulus perjalanan ini.

Noy kembali kepadaku. "Sudah dekat, bersiaplah," serunya. Akhirnya memang, kereta berhenti di Stasiun Lawang. Sekeranjang perasaan bahagia bergelembung menyertai pergeseran kakiku. Segera kulipat Noy dan kurapikan, lalu kembali kumasukkan ke dalam dadaku, karena di situlah tempatnya sehari-hari. Dari situ pun kami tetap bisa berdialog sepanjang mataku terbuka.

Matahari benar-benar telah ditelan Bethara Kala ketika aku meloncat dari ojek. Bulan mengintip di angkasa dengan separuh wajahnya. Deretan pohon akasia berbaris dingin di sepanjang jalan. Dewa Maruta berlenggok tipis penuh kemalasan. Sementara anjing-anjing kampung melangkah gontai mencari pasangan kawin untuk melawan dingin. Sesekali raungnya mengiris telinga.

Aku berdiri tepat di depan rumah yang sama sepuluh tahun lalu. Rumah kayu berwarna hijau dengan pagar beluntas dan pohon rambutan di sekelilingnya. Samar-samar cahaya lampu dinding menyeruak melalui celah-celahnya. Termangu sejenak, menata debar sebelum aku memukulkan jemariku pada daun pintu dengan ketukan khas milik kami berdua. Setelah ketenangan kembali tergenggam, aku mulai beraksi.

Tok toktoktok toktok tok
Tak ada reaksi. Sekali lagi.
Tok toktoktok toktok tok.
Terdengar suara sendal diseret, pintu berderit.
"Yon…kaukah itu?" suara yang sama. Irama yang sama. Dadaku kian berontak. Perasaankukah yang masih sama?
Pintu kayu membelah dari kedua helainya. Seraut wajah menyembul. Masih wajah yang sama. Bedanya hanyalah saputan pucat di wajahnya. Ia nampak begitu kurus dan menua.

Aku memeluknya. Ia memelukku. Nyaris tanpa kata-kata. Jantungku mendadak berguncang begitu hebatnya. Dan kurasakan Noy meronta-ronta dari dalam dadaku. Entah ia mau bilang apa.

"Akhirnya kau datang, Yon. Akhirnya…." Ia menciumi seluruh wajahku tanpa ampun. Aku membalasnya dengan keganasan serupa. Aku tak merasai apa-apa kecuali rindu yang pekat, kehilangan yang begitu lama. Akhirnya kami tergeletak tak berdaya, lelap dalam mimpi bahagia. Dan terjaga esok pagi oleh sengatan matahari yang berhamburan dari jendela. Tetapi aku tak lagi berada di atas kasur, melainkan di atas kursi malas di ruang tengah, tempat kami dulu berbagi cerita menanti malam.

Tetapi kali ini kursi malas tidak sendiri, dia menempati salah satunya.
"Selamat pagi, pria perkasa." Ia sering memanggilku demikian, aku suka mendengarnya. Entah palsu atau nyata, panggilan itu semacam kalimat pemujaan, membuat laki-laki merasa begitu bangga.

"Sekarang kau milikku selamanya, kau tak bisa ke mana-mana." Secara spontan aku bangkit, namun sesuatu menahanku. Kedua tangan dan kakiku terbelenggu pada kursi malas. Nanar kutatap satu per satu dengan penuh tanda tanya. Dia tersenyum menatap keluar jendela seraya mengayun-ayunkan kursi goyangnya. Dengan wajah penuh kemenangan ia mengangkat segerombolan anak kunci.

"Mereka akan kubuang ke dalam kakus. Kau akan di sini menemaniku sampai ajal menjemputku. Hodgin Limpoma-ku sudah akut sejak beberapa tahun lalu. Kaulah satu-satunya yang harus menyaksikan kepergianku nanti. Jangan takut berteriak kalau kau ingin. Para tetangga sudah menantimu lama, seorang mantan penghuni rumah sakit jiwa Menur. Mereka juga yang menyiapkan pasungan berbentuk kursi malas ini."

Yang bisa kulakukan kini hanyalah menatap wajahnya dengan putus asa.***

sumber :http://www.jualbeliforum.com/cerpen/223907-cerpen-cinta-remaja-akhir-cinta-seorang-manusia.html

Jumat, 02 November 2012

manusia dan cinta kasih


Makna Dan Kasih sayang

Kita sering mengucapkan kalimah basmalah yang membawa maksud “Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah Lagi Maha Mengasihani”. Allah SWT sebenarnya sangat mengasihi kita sebagai hambaNya. Dan jika kita halusi mengapa Allah SWT mengasihi manusia sudah tentu hanya kerana Allah SWT mempunyai belas kasihan terhadap hambaNya. Rasa kasih sebenarnya terselit rasa belas kasihan terhadap seseorang. Begitu juga Allah SWT mengasihi kita selayaknya kerana kita lemah dan perlu dikasihani.

Dalam hubungan sesama manusia, kasih kadang-kadang menjadi titik bermulanya rasa sayang dan seterusnya rasa cinta. Dari kasihan akan terbit rasa sayang yang begitu kuat. Sebab itu dalam Bahasa Melayu perkataan kasih selalunya digabungkan sekali dengan perkataan sayang. Jadi tidak hairanlah mengapa Rasulullah sendiri berkahwin dengan isteri-isterinya yang banyak kekurangan. Rasa belas kasihan kerana tidak mampu melihat kesusahan wanita-wanita yang kehilangan suami kerana syahid telah mengangkat baginda untuk menyayangi dan mencintai mereka sebagai isteri.

Sayang..

Perkataan yang sukar untuk dibezakan dan diterjemahkan terutama dalam hubungan perasaan sesama manusia. Menyayangi seseorang belum tentu mencapai tahap mencintai kerana menyayangi lebih luas skopnya berbanding mengasihi. Anda mungkin menyayangi sahabat anda, keluarga anda, guru anda atau sesiapa sahaja. Tetapi berbeza jika anda mengatakan bahawa anda menyayangi isteri anda. Kerana rasa sayang kepada isteri sebagai teman hidup memberikan maksud anda mencintai pasangan anda sedalam-dalamnya.

Namun fahamilah, sebenarnya rasa sayang sudah memadai untuk anda melihat pengorbanan yang bakal dilakukan oleh orang yang menyayangi anda. Pengorbanan yang mungkin dilakukan luar dari kebiasaan emosi manusia. Rasa sayang akan memberikan kesan yang berpanjangan sama ada anda sebagai orang yang menyayangi dan disayangi kerana rasa akan dapat dihalusi wujudnya keikhlasan dalam setiap tindakan yang dilakukannya. Keikhlasan inilah yang akan memberikan rasa sayang berpanjangan dan terus mendoakan kebahagiaan untuk orang yang tersayang.

Cinta..

Percintaan sudah tentu dikaitkan dengan rasa kasih sayang. Menggambarkan bahawa bila menyebut cinta sudah tentu akan ada rasa kasih dan sayang kepada seseorang. Bila mencintai seseorang, tersiratnya anda mempunyai rasa sayang yang ikhlas dan menerima diri pasangan anda seadanya. Anda hanya memikirkan dirinya, perkongsian hidup bersama dan juga kebahagiaan masa depan bersama.

Cinta terlalu kompleks untuk dihuraikan. Kerana cinta membawa pelbagai istilah yang memberikan maksud yang berbeza. Dalam satu pepatah arab, mendefinisikan cinta itu pekak dan buta. Rasa cinta yang terlalu mendalam akan memekakkan telinga untuk kita menerima segala nasihat daripada orang lain. Segala keputusan kebanyakannya diputuskan sendiri. Cinta juga akan membutakan mata untuk melihat kelemahan-kelemahan pada diri orang yang dicintai sekalipun nampak jelas di mata orang lain.

Cinta mampu memberikan rasa gembira kepada pasangan, tetapi cinta juga memberikan luka yang sukar untuk diubati. Cinta membahagiakan bila berjaya hidup bersama pasangan dan sangat memedihkan bila gagal. Itulah kelebihan dan kelemahan cinta. Kerana pengertian cinta selalunya disandarkan hanya pada manusia. Manusia tidak sempurna. Jika pengertian cinta ini disandarkan pada Allah Yang Esa, sudah pasti tidak akan wujud istilah putus cinta.

makna kemesraan
Kemesraan berasal dari kata mesra yang berarti erat atau karib sehingga kemesraan berarti hal yang menggambarkan keadaan sangat erat atau karib. Kemesraan juga bersumber dari cinta kasih dan merupakan realisasi nyata. Kemesraan dapat diartikan sama dengan kekerabatan, keakraban yang dilandasi rasa cinta dan kasih.
Tingkatan kemesraan dapat dibedakan berdasarkan umur, yaitu:
Kemesraan dalam Tingkat Remaja, terjadi dalam masa puber atau genetal pubertas yaitu dimana masa remaja memiliki kematangan organ kelamin yang menyebabkan dorongan seksualitasnya kuat.
Kemesraan dalam Rumah Tangga, terjadi antara pasangan suami istri dalam perkawinan. Biasanya pada tahun tahun wal perkawinan, kemesraan masih sangat terasa, namun bisa sudah agak lama biasanya semakin berkurang.
Kemesraan Manusia Usia Lanjut, Kemsraan bagi manusia berbeda dengan pada usia sebelumnya. Pada masa ini diwujudkan dengan jalan – jalan dan sebagainya.

Makna pemujaan

Pemujaan adalah dimana kita memuja atau mengagungkan sesuatu yang kita senangi.Pemujaan dapat dilakukan dalam berbagai aspek seperti memuja pada leluhur,memuja pada agama tertentu dan kepercayan yang ada.seperti  Pemujaan pada leluhuradalah suatu kepercayaa bahwa para leluhur yang telah meninggal masih memiliki kemampuan untuk ikut mempengaruhi keberuntungan orang yang masih hidup. Dalam beberapa budaya Timur, dan tradisi penduduk asli Amerika, tujuan pemujaan leluhur adalah untuk menjamin kebaikan leluhur dan sifat baik pada orang hidup, dan kadang-kadang untuk meminta suatu tuntunan atau bantuan dari leluhur. Fungsi sosial dari pemujaan leluhur adalah untuk meningkatkan nilai-nilai kekeluargaan, seperti bakti pada orang tua, kesetiaan keluarga, serta keberlangsungan garis keturunan keluarga.


                                                        Makna Belas kasihan                                                                                                                                                                             Cinta sesama ini diberikan istilah belas kasihan untuk membedakan antara cinta kepada orang tua, pria-wanita,cinta kepada Tuhan.
Perbuatan atau sifat menaruh belas kasihan adalah orang yang berahlak.Manusia mempunyai potensi untuk berbelas kasihan.Masalahnya sanggupkah dia menggugah potensi belas kasihanya itu.Bila orang itu tergugah hatinya maka berarti orang berbudi dan terpujilah oleh Allah SWT.
Dalam esai on love ada pengertian bahwa cinta adalah rasa persatuaan tanpa syarat.itu berarti,dalam rasa belas kasihan tidak terkandung unsure pamrih.Belas kasihan yang kita tumpahkan benar-benar dari lubuk hati yang ikhlas.Kalau kita memberikan uang pada pengemis agar mendapatkan pujian,itu berarti tidak ikhlas,berarti ada tujuan tertentu.Hal seperti itu banyak terjadi dalam masyarakat.
Cara-cara menumpahkan belas kasihan
Dalam kehidupam banyak sekali yang harus kita kasihani dan banyak cara kita menumpahkan belas kasihan.yang perlu kita kasihani antara lain: Yatim piatu, orang-orang jompo yang tidak mempunyai ahli waris, pengemis yang benar-benar tidak mampu bekerja.orang sakit dirumah sakit, orang cacat, masyarakat kita yang hidup menderita dan sebagainya.Orang –orang itu umumnya menderita lahir dan batin dan umumnya sedikit tangan yang menaruh belas kasihan.Berbagai macam cara orang memberikan belas kasihan bergantung kepada situasi dan kondisi,Ada yang memberikan uang, ada yang memberikan barang, ada yang memberikan pakaian, makanan dan sebagainya.
Perbuatan atau menaruh belas kasihan adalah orang yang berakhlak. Manusia mempunyai potensi untuk berbelas kasihan. Belas kasihan yang kita tumpahkan benar-benar keluar dari lubuk hati yang ikhlas.

                                                                     Cinta kasih erotis

Cinta kasih kesaudaraan merupakan cinta kasih antara orang-orang yang sama-sama sebanding, sedangkan cinta kasih ibu merupakan cinta kasih terhadap orang-orang yang lemah tanpa daya. Walaupun terdapat perbedaan besar antara kedua jenis tersebut, Kedua-duanya mempunyai kesamaan bahwa pada hakekatnya cinta kasih tidak terbatas kepada seseorang saja. Berlawan dengan kedua jenis cinta kasih tersebut ialah cinta kasih erotis, yaitu kehausan akan penyatuan akan penyatuan yang sempurna, akan penyatuan dengan seseorang. Pada hakekatnya cinta kasih tersebut bersifat bersifat
ekslusif, bukan universal, dan juga barangkali merupakan bentuk cinta kasih yang paling tidak dapat dipercaya.
Pertama-tama cinta kasih erotis kerap kali dicampur baurkan dengan pengalaman yang eksplosif berupa jatuh cinta, tetapi seperti yang telah dikatakan terlebih dahulu , pengalaman intimitas, kemesraan yang tiba-tiba ini pada hakekatnya hanyalah sementara saja.Bilamana orang asing tadi telah menjadi seseorang yang diketahui secara intim, tak ada lagi rintangan yang harus diatasi , tidak lagi kemesraan tiba-tiba yang harus diperjuangkan pribadi yang dicintai telah dipahami orang seperti dirinya sendiri.
Disamping itu terdapat pula faktor-faktor lain , banyak orang mempunyai arti sebagai cara-cara mengatasi keterpisahan, seperti bercakap-cakap tentang kehidupan diri pribadi, tentang pengharapan-pengharapan dan kecemasan-kecemasannya, menampakan diri dengan segi-segi keanehannya, mengadakan hubungan dan minat yang sama terhadap dunia sekitar, semuanya itu dilaksanakan untuk mengatasi keterpisahan. Bahkan dengan memperlihatkan kemarahanya, kebencianya, dan memperlihatkan kekuranganya menahan diri, semuanya dianggap telah dicapai intimitas. Hal ini dapat menerangkan adanya daya tarik perversi (buruk). Cinta kasih dapat merangsang keinginan untuk bersatu secara seksual, dalam hal itu hubungan fisis tadi tidak memperlihatkan sifat-sifat yang rakus atau serakah dalam keinginan untuk menaklukkan atau untuk ditaklukkan, tetapi akan tercampur dengan kehalusan bertindak serta kemesraan.Apabila keinginan untuk penyatuan tidak dirangsang oleh cinta kasih, apabila cinta cinta kasih erotis tidak juga merupakan cinta kesaudaraan, ia hanya akan membawa kita kepada penyatuan yang bersifat orgiatis (pesta pora) dan sementara saja. Daya tarik seksual untuk semaentara waktu menimbulkan khayalan penyatuan, namun tanpa cinta kasih sebenarnya penyatuan ini membiarkan dua orang asing tetap berjauhan yang satu dengan yang lain seperti sebelumnya, Kadang-kadang hal itu menimbulkan rasa malu diantara mereka, bahkan menimbulkan rasa benci yang satu terhadap yang lain.
Dalam cinta kasih erotis terdapat ekslusifitas yang tidak terdapat dalam cinta kasih persaudaraan dan cinta kasih keibuan. Ciri-ciri eksklusif dalam cinta
kasih erotis ini perlu dibicarakan lebih lanjut. Kerap kali eksklusivitas dalam cinta kasih erotis disalah tafsirkan dan diartikan sebagai suatu ikatan hak milik.Cinta kasih erotis eksklusif hanyalah dalam arti bahwa seseorang dapat menyatukan dirinya secara lengakap dan intensif hanya dengan satu orang saja. Cinta kasih erotis mengeksklusifkan cinta kasih terhadap orang lain hanyalah dalam segi-segi fusi erotis dan keikut sertaan selengkapnya dengan semua aspek kehidupan orang-orang lain, tetapi bukan dalam arti cinta kasih kesaudaraan yang mendalam terhadap orang lain.
Dengan demikian maka, baik pandangan bahea cinta kasih erotis merupakan atraksi individual belaka maupun pandangan bahwa cinta kasih erotis itu tidak lain dari pada perbuatan , kemauan kedua-duanya, atau lebih tepat jika dikatakan bahwa tidak terdapat pada yang lain satu, juga tidak pada yang lain. Oleh karena itu, gagasan bahwa hubungan pernikahan mudah saja diputuskan apabila orang tidak sukses didalamnya, merupakan gagasan yang sama sekali keliru dengan gagasan bahwa hubungan semacam itu, didalam keadaan bagaimanapun , tidak boleh diputuskan.

Sumber : http://ryukirya.wordpress.com/2011/05/16/cinta-kasih-erotis/
              http://wikipedia.com/makna-cinta


Selasa, 09 Oktober 2012

Pengaruh Barat dan Kebudayaan Nasional

                Kebudayaan barat yang disebut kebudayaan modern itu bermula pada jaman Renaisance. Ketika Vasko da Gama sebagai wakil kebudayaan barat berhasil mengelilingi Afrika dan mendarat di Kalikut, maka terbentanglah bagi seluruh Asia suatu sejarah baru. Sejak itulah bangsa Eropa yang sudah modern itu berbondong-bondong datang ke Asia dan secara perlahan-lahan membenamkan cengkraman kuku penjajahnya yang membuat sengsara bangsa-bangsa di benua ini, termasuk Indonesia. Bangsa-bangsa Portugis, Inggris dan Belanda saling berdatangan ke nusantara kita. Kedatangan mereka yang semula berlatar belakang perdagangan itu kemudian berubah menjdi penjajahan.
Bangsa Belanda dalam hal ini paling berperan, karena kurang lebih 300 tahun lamanya berhasil menancapkan kuku-kuku penjajahannya ke Indonesia. Kira-kira pada abad ke-19 sejumlah pemuda indsituasi mulai berubah ketika pemerintah Hindia-Belanda dengan sedikit demi sedikit member kesempatan kepada para pemuda Indonesia untuk bersekolah yaitu suatu cara belajar system Barat yang belum pernah dikenal sebelumnya. Kira-kira pada pertengahan abad 20 sejumlah pemuda Indonesia sudah berhasil menghirup ilmu modern Barat itu melalui system pendidikan Belanda, dari berbagai jurusan ilmu ( misalnya kedokteran, teknik, ekonomi, hukum, dan sebagainya ). Mereka inilah yang bagaikan senjata makan tuan kemudian membuka mata bangsa Indonesia akan haknya sebagai manusia yang bebas, sehingga bangkit melawan penjajah dan akhirnya merdeka.
Pertemuan dengan bangsa-bangsa Eropa telah memperkenalkan kepada kita unsure-unsur budaya sbb : ilmu pengetahuan / teknologi, system social, system ekonomi, peralatan, bahasa Eropa, kesenian ( sastra, tari, music, bangunan ) dan agama Kristen.
Disamping itu mereka juga memperkenalkan huruf dan tulisan latin yang merupakan unsure penting bagi terbuka lebarnya komunikasi budaya internasional. Memang tidak bias dipungkiri lagi bahwa kebudayaan barat besar sekali sumbangnya di bidang ilmu pengetahuan/teknologi, system ekonomi, dan system demokrasi bagi masyarakat indonesia.  Pengaruh kebudayaan barat sangat nya dengan adanya proses modernisasi kehidupan masyarakat kita.
System pengetahuan dan teknologi serta ekonomi barat telah mampu memecahkan berbagai problema social masyarakat di Eropa. Demikian hal yang sama juga pasti bias kita terapkan pada masyarakat kita. Masyarakat Indonesia yang sudah ditakdirkan hidup di tengah alam yang berkelimpahan ini, agaknya telah terbuai oleh karunia tersebut.
Masyarakat yang sudah dimanja oleh alam, akan lemah dalam juangnya, bila suatu saat mengalami situasi yang sukar dan gawat, karena tidak terlatih untuk menghadapi tantangan. Dalam kenyataan dewasa ini jelas alam kita tidak lagi begitu bermurah dan bermanfaat kepada masyarakat Indonesia, berbeda situasinya dengan dahulu kala. Kepadatan penduduk dan tidak baiknya proses exploitasi alam menyebabkan ketimpangan-ketimpangan. Menghadapi kenyataan ini, kita harus berani melepaskan diri dari buaian yang menjerumuskan itu, dan bangkit mempersiapkan diri untuk menaklukan alam, demi mempertahankan hidup. Cara satu-satunya adalah menguasai teknologi modern itu. Metode traditional sudah harus ditinggalkan karena tidak relevandan tidak lagi mampu memecahkan masalah kehidupan social ekonomi yang semakin menekan ini.
System demokrasi barat telah mempercepat bangsa kita untuk menggalang solidaritas masyarakat, terutama sudah lepas dari penjajahan, untuk menyusun system social dan organisasi pemerintah yang sesuai dengan tuntutan jaman.
Penguasaan bahasa Eropa oleh bangsa kita, memperluas hubungan kita dengan dunia Internasional dan sekaligus membuka lebar kesempatan untuk ambil alih ilmu dan teknologi modern itu. Jadi unsure yang menonjol dari kebudayaan barat itu adalah system ilmu pengetahuan/teknologi dan system ekonominya.
Kebudayaan Nasional Indonesia

Dua pendapat budayawan tentang kebudayaan nasional, yaitu :
  1. Kebudayaan nasional adalah berupa puncak dari budaya suku-suku yang menghuni bumi nusantara ini.
  2. Kebudayaan nasional adalah hasil sintesa dari berbagai jenis budaya suku tersebut, yang membentuk pola baru.
Berdasarkan pengertian / definisi kebudayaan, bahwa kebudayaan ialah system gagasan, tindakan dan hasil karya manusia, maka kita bisa mencari unsure-unsur budaya mana yang mengandung kesamaan itu dan bisa diterima secara umum.
Beberapa diantaranya ialah :
1.       Pancasila
Pancasila adalah falsafah Negara Republik Indonesia yang sudh diterima oleh seluruh rakyat dan menjadi pedoman bertindak yang mantap bagi bangsa Indonesia.
2.       Undang-undang Dasar 1945 ( UUD’45 )
Sifat UUD’45 adalah mengikat semua pihak agar tidak bisa berbuat semaunya sendiri, semau pemerintah, lembaga-lembaga Negara Indonesia.
3.       Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928
Para pemuda Indonesia pada hari tersebut telah bertindak mengucapkan ikrar Sumpah Pemuda, yakni : mengaku satu nusa, satu bangsa, satu bahasa : Indonesia. Tindakan itu bertujuan untuk mempersatukan pemuda-pemuda Indonesia yang terdiri berbagai suku dan tersebar di berbagai pulang nusantara.
4.       Bendera Merah-Putih, Lagu Indonesia Raya dan Lambang Garuda
Baik bendera sang Dwi Warna, Lagu Nasional Indonesia Raya maupun Lambang Garuda Pancasila adalah hasil karya agung bangsa Indonesia sendiri. Ketiga hasil budaya ini telah ikut dimantapkan kehadirannya di bumi nusantara pada konggres pemuda tersebut di atas. Kedudukannya semakin diperkokoh melalui konggres tersebut sehingga menjadi samapi sekarang tetap menjadi kebanggaan seluruh bngsa.
5.       Bahasa Indonesia
Inipun merupakan produk bangsa Indonesia yang mampu menghimpun Indonesia berasal dari induk bahasa melayu / Austronesia ini akar-akarnya memang telah menyebar di seluruh pulau-pulau nusantara ini. Meskipun masing-msing suku telah mempunyai bahasa sendiri, namun mereka dengan mudah bisa menerima bahasa melayu sebagai bahasa nasinal karena banyak akar katanya sudah sama dengan istilah-istilah di daerah masing-masing.
6.       Kepercayaan pada roh nenek moyang
Memang di semua suka Indonesia dari masa purba hingga sekarang, pemujaan roh nenek moyang tetap berlangsung walaupun sudah mengalami gempuran pengaruh Hindu-Islam dan Barat.
7.       Sikap ramah dan gotong royong
Ini merupakan sikap khas bangsa Indonesia yang terkenal di dunia internasional. Sebagian besar suku-suku di Indonesia bersikap ramah dengan ekspresi senyum, ingin menolong dan menyenangkan orang lain. Sikap ini berkaitan erat dengan sikap gotong royong yang merupakan cirri masyarakat tradisional.
8.       Modernisasi dan pembangunan
Ini merupakan ide dan tindakan pemerintah serta rakyat Indonesia sebagai jawaban atas keterbelakangan yang melanda masyarakat. Ide dan tindakan ini keluar dari dorongan kenyataan bahwa sumber-sumber alam semakin menipis, sedangkan tuntutan masyarakat makin membengkak. Karena itu bangsa Indonesia harus bisa menguasai alam dan berani merombak apa yang menjadi sebab keterbelakangan di bidang lain, misalnyan pendidikan, ekonomi, keamanan, pertanian, perhubungan dan telekomunikasi.

Sumber :
Prasetya, Joko Tri Dkk.2009.Ilmu Budaya Dasar. Jakarta : Rineka Cipta
HUBUNGAN ANTARA MANUSIA, MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN
Pembahasan
Pengertian Manusia
Secara bahasa manusia berasal dari kata “manu” (Sansekerta), “mens” (Latin), yang berarti berpikir, berakal budi atau makhluk yang berakal budi (mampu menguasai makhluk lain). Secara istilah manusia dapat diartikan sebuah konsep atau sebuah fakta, sebuah gagasan atau realitas, sebuah kelompok atau seorang individu. Definisi manusia adalah makhluk yang diciptakan oleh Allah dan dianugerahiNya akal, hati, fisik. Yang membedakan antara manusia dengan hewan adalah akal. Maka ada yang berpendapat bahwa manusia itu hewan yang berakal. Karena dari segi fisik memang tidak ada beda dengan hewan tetapi yang membedakannya adalah akal.
Dalam hubungannya dengan lingkungan, manusia merupakan suatu oganisme hidup (living organism). Terbentuknya pribadi seseorang dipengaruhi oleh lingkungan bahkan secara ekstrim dapat dikatakan, setiap orang berasal dari satu lingkungan, baik lingkungan vertikal (genetika, tradisi), horizontal (geografik, fisik, sosial), maupun kesejarahan. Tatkala seorang bayi lahir, ia merasakan perbedaan suhu dan kehilangan energi, dan oleh karena itu ia menangis, menuntut agar perbedaan itu berkurang dan kehilangan itu tergantikan. Dari sana timbul anggapan dasar bahwa setiap manusia dianugerahi kepekaan (sense) untuk membedakan (sense of discrimination) dan keinginan untuk hidup. Untuk dapat hidup, ia membutuhkan sesuatu. Alat untuk memenuhi kebutuhan itu bersumber dari lingkungan. Oleh karena itu lingkungan mempunyai pengaruh besar terhadap manusia itu sendiri.
Berikut ini adalah pengertian dan definisi manusia menurut beberapa ahli:
·         ABINENO J. I : Manusia adalah "tubuh yang berjiwa" dan bukan "jiwa abadi yang berada atau yang terbungkus dalam tubuh yang fana"
·         UPANISADS : Manusia adalah kombinasi dari unsur-unsur roh (atman), jiwa, pikiran, dan prana atau badan fisik
·         OMAR MOHAMMAD AL-TOUMY AL-SYAIBANY : Manusia adalah mahluk yang paling mulia, manusia adalah mahluk yang berfikir, dan manusia adalah mahluk yang memiliki 3 dimensi (badan, akal, dan ruh), manusia dalam pertumbuhannya dipengaruhi faktor keturunan dan lingkungan
·         ERBE SENTANU : Manusia adalah mahluk sebaik-baiknya ciptaan-Nya. Bahkan bisa dibilang manusia adalah ciptaan Tuhan yang paling sempurna dibandingkan dengan mahluk yang lain
·         PAULA J. C & JANET W. K : Manusia adalah mahluk terbuka, bebas memilih makna dalam situasi, mengemban tanggung jawab atas keputusan yang hidup secara kontinu serta turut menyusun pola berhubungan dan unggul multidimensi dengan berbagai kemungkinan.
Pengertian  Masyarakat
Manusia merupakan bagian  dari  kehidupan mahluk sosial yang ada di muka bumi. Kumpulan dari manusia inilah yang kemudian dikenal sebagai masyarakat. Pengertian masyarakat sendiri secara umum diartikan sebagai sebuah kesatuan yang terjadi antara dua orang atau lebih manusia yang berada dalam sebuah wilayah dalam jangka waktu tertentu atau Masyarakat adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut. Lebih abstraknya, sebuah masyarakat adalah suatu jaringan hubungan-hubungan antar entitas-entitas. Sebuah komunitas yang interdependen (saling tergantung satu sama lain). Umumnya, istilah masyarakat digunakan untuk mengacu sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur.
Kondisi Umum yang menyebabkan munculnya masyarakat sendiri salah satunya disebabkan adanya  naluri alami manusia sebagai mahluk sosial. Sehingga manusia tidak akan bisa hidup sendiri tanpa adanya hubungan dengan manusia yang lain. Dengan demikian, manusia akan memiliki reflek bawah sadarnya untuk selalu berusaha mencari manusia lainya dalam upaya menyempurnakan kodratnya sebagai mahluk hidup yang memiliki akal pikiran. Manusia tidak akan mampu memiliki kehidupan yang lengkap, jika manusia tidak mampu menyelaraskan diri dengan lingkungan atau berada di sebuah kawasan dimana tidak terdapat manusia lain.
Beberapa Pengertian masyarakat yang dikemukakan oleh para ahli sosiologi,  diantaranya adalah sebagai  berikut :
·         Selo Sumardjan. Menurutnya, Masyarakat merupakan sekelompok orang yang tinggal secara bersama serta mampu menciptakan kebudayaan.
·         Karl Marx. Menurut pakar pemikiran yang dikenal dengan Marxisme ini, masyarakat didefinisikan sebagai sebuah struktur organisasi yang muncul sebagau akibat adanya perbedaan diantaranya berbagai kelompok yang terpisah di bidang ekonomi.
·         Emile Durkheim. Menurutnya, pengertian masyarakat adalah sebuah realita yang aapa adanya dari setiap pribadi yang menjadi anggota dari masyarakat itu sendiri.
·         Paul B. Horton dan C. Hunt. Menurut keduanya, pengertian masyarakat adalah sebuah kumpulan manusia yang mampu bersikaf mandiri serta secara bersama hidup pada sebuah kawasan tertentu dan memiliki kebudayaan sama. Selain itu, mereka akan melakukan sebagian besar aktivitasnya dalam kumpulan tersebut.
Pengertian Kebudayaan
Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Menururt Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski, mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism. Menurut Herskovits, memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic.  Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat. Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat. Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.
Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian  “kebudayaan adalah sesuatu yang akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari ”. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.
Selain itu terdapat tiga wujud kebudayaan yaitu :
1.      wujud pikiran, gagasan, ide-ide, norma-norma, peraturan,dan sebagainya. Wujud pertama dari kebudayaan ini bersifat abstrak, berada dalam pikiran masing-masing anggota masyarakat di tempat kebudayaan itu hidup.
2.      aktifitas kelakuan berpola manusia dalam masyarakat. Sistem sosial terdiri atas aktifitas-aktifitas manusia yang saling berinteraksi, berhubungan serta bergaul satu dengan yang lain setiap saat dan selalu mengikuti pola-pola tertentu berdasarkan adat kelakuan. Sistem sosial ini bersifat nyata atau konkret.
3.      Wujud fisik, merupakan seluruh total hasil fisik dari aktifitas perbuatan dan karya manusia dalam masyarakat.
Berdasarkan penggolongan wujud budaya di atas kita dapat mengelompokkan budaya menjadi dua, yaitu: Budaya yang bersifat abstrak dan budaya yang bersifat konkret.
-          Budaya yang Bersifat Abstrak
Budaya yang bersifat abstrak ini letaknya ada di dalam alam pikiran manusia, misalnya terwujud dalam ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan-peraturan, dan cita-cita. Jadi budaya yang bersifat abstrak adalah wujud ideal dari kebudayaan. Ideal artinya sesuatu yang menjadi cita-cita atau harapan bagi manusia sesuai dengan ukuran yang telah menjadi kesepakatan.
-          Budaya yang Bersifat konkret
Wujud budaya yang bersifat konkret berpola dari tindakan atau peraturan dan aktivitas manusia di dalam masyarakat yang dapat diraba, dilihat, diamati, disimpan atau diphoto. Koencaraningrat menyebutkan sifat budaya dengan sistem sosial dan fisik, yang terdiri atas: perilaku, bahasa dan materi.
-          Perilaku : Perilaku adalah cara bertindak atau bertingkah laku dalam situasi tertentu. Setiap perilaku manusia dalam masyarakat harus mengikuti pola-pola perilaku (pattern of behavior) masyarakatnya.
-          Bahasa : Bahasa adalah sebuah sistem simbol-simbol yang dibunyikan dengan suara (vokal) dan ditangkap dengan telinga (auditory). Ralp Linton mengatakan salah satu sebab paling penting dalam memperlambangkan budaya sampai mencapai ke tingkat seperti sekarang ini adalah pemakaian bahasa. Bahasa berfungsi sebagai alat berpikir dan berkomunikasi. Tanpa kemampuan berpikir dan berkomunikasi budaya tidak akan ada.
-          Materi : Budaya materi adalah hasil dari aktivitas atau perbuatan manusia. Bentuk materi misalnya pakaian, perumahan, kesenian, alat-alat rumah tangga, senjata, alat produksi, dan alat transportasi.