Selasa, 09 Oktober 2012

Pengaruh Barat dan Kebudayaan Nasional

                Kebudayaan barat yang disebut kebudayaan modern itu bermula pada jaman Renaisance. Ketika Vasko da Gama sebagai wakil kebudayaan barat berhasil mengelilingi Afrika dan mendarat di Kalikut, maka terbentanglah bagi seluruh Asia suatu sejarah baru. Sejak itulah bangsa Eropa yang sudah modern itu berbondong-bondong datang ke Asia dan secara perlahan-lahan membenamkan cengkraman kuku penjajahnya yang membuat sengsara bangsa-bangsa di benua ini, termasuk Indonesia. Bangsa-bangsa Portugis, Inggris dan Belanda saling berdatangan ke nusantara kita. Kedatangan mereka yang semula berlatar belakang perdagangan itu kemudian berubah menjdi penjajahan.
Bangsa Belanda dalam hal ini paling berperan, karena kurang lebih 300 tahun lamanya berhasil menancapkan kuku-kuku penjajahannya ke Indonesia. Kira-kira pada abad ke-19 sejumlah pemuda indsituasi mulai berubah ketika pemerintah Hindia-Belanda dengan sedikit demi sedikit member kesempatan kepada para pemuda Indonesia untuk bersekolah yaitu suatu cara belajar system Barat yang belum pernah dikenal sebelumnya. Kira-kira pada pertengahan abad 20 sejumlah pemuda Indonesia sudah berhasil menghirup ilmu modern Barat itu melalui system pendidikan Belanda, dari berbagai jurusan ilmu ( misalnya kedokteran, teknik, ekonomi, hukum, dan sebagainya ). Mereka inilah yang bagaikan senjata makan tuan kemudian membuka mata bangsa Indonesia akan haknya sebagai manusia yang bebas, sehingga bangkit melawan penjajah dan akhirnya merdeka.
Pertemuan dengan bangsa-bangsa Eropa telah memperkenalkan kepada kita unsure-unsur budaya sbb : ilmu pengetahuan / teknologi, system social, system ekonomi, peralatan, bahasa Eropa, kesenian ( sastra, tari, music, bangunan ) dan agama Kristen.
Disamping itu mereka juga memperkenalkan huruf dan tulisan latin yang merupakan unsure penting bagi terbuka lebarnya komunikasi budaya internasional. Memang tidak bias dipungkiri lagi bahwa kebudayaan barat besar sekali sumbangnya di bidang ilmu pengetahuan/teknologi, system ekonomi, dan system demokrasi bagi masyarakat indonesia.  Pengaruh kebudayaan barat sangat nya dengan adanya proses modernisasi kehidupan masyarakat kita.
System pengetahuan dan teknologi serta ekonomi barat telah mampu memecahkan berbagai problema social masyarakat di Eropa. Demikian hal yang sama juga pasti bias kita terapkan pada masyarakat kita. Masyarakat Indonesia yang sudah ditakdirkan hidup di tengah alam yang berkelimpahan ini, agaknya telah terbuai oleh karunia tersebut.
Masyarakat yang sudah dimanja oleh alam, akan lemah dalam juangnya, bila suatu saat mengalami situasi yang sukar dan gawat, karena tidak terlatih untuk menghadapi tantangan. Dalam kenyataan dewasa ini jelas alam kita tidak lagi begitu bermurah dan bermanfaat kepada masyarakat Indonesia, berbeda situasinya dengan dahulu kala. Kepadatan penduduk dan tidak baiknya proses exploitasi alam menyebabkan ketimpangan-ketimpangan. Menghadapi kenyataan ini, kita harus berani melepaskan diri dari buaian yang menjerumuskan itu, dan bangkit mempersiapkan diri untuk menaklukan alam, demi mempertahankan hidup. Cara satu-satunya adalah menguasai teknologi modern itu. Metode traditional sudah harus ditinggalkan karena tidak relevandan tidak lagi mampu memecahkan masalah kehidupan social ekonomi yang semakin menekan ini.
System demokrasi barat telah mempercepat bangsa kita untuk menggalang solidaritas masyarakat, terutama sudah lepas dari penjajahan, untuk menyusun system social dan organisasi pemerintah yang sesuai dengan tuntutan jaman.
Penguasaan bahasa Eropa oleh bangsa kita, memperluas hubungan kita dengan dunia Internasional dan sekaligus membuka lebar kesempatan untuk ambil alih ilmu dan teknologi modern itu. Jadi unsure yang menonjol dari kebudayaan barat itu adalah system ilmu pengetahuan/teknologi dan system ekonominya.
Kebudayaan Nasional Indonesia

Dua pendapat budayawan tentang kebudayaan nasional, yaitu :
  1. Kebudayaan nasional adalah berupa puncak dari budaya suku-suku yang menghuni bumi nusantara ini.
  2. Kebudayaan nasional adalah hasil sintesa dari berbagai jenis budaya suku tersebut, yang membentuk pola baru.
Berdasarkan pengertian / definisi kebudayaan, bahwa kebudayaan ialah system gagasan, tindakan dan hasil karya manusia, maka kita bisa mencari unsure-unsur budaya mana yang mengandung kesamaan itu dan bisa diterima secara umum.
Beberapa diantaranya ialah :
1.       Pancasila
Pancasila adalah falsafah Negara Republik Indonesia yang sudh diterima oleh seluruh rakyat dan menjadi pedoman bertindak yang mantap bagi bangsa Indonesia.
2.       Undang-undang Dasar 1945 ( UUD’45 )
Sifat UUD’45 adalah mengikat semua pihak agar tidak bisa berbuat semaunya sendiri, semau pemerintah, lembaga-lembaga Negara Indonesia.
3.       Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928
Para pemuda Indonesia pada hari tersebut telah bertindak mengucapkan ikrar Sumpah Pemuda, yakni : mengaku satu nusa, satu bangsa, satu bahasa : Indonesia. Tindakan itu bertujuan untuk mempersatukan pemuda-pemuda Indonesia yang terdiri berbagai suku dan tersebar di berbagai pulang nusantara.
4.       Bendera Merah-Putih, Lagu Indonesia Raya dan Lambang Garuda
Baik bendera sang Dwi Warna, Lagu Nasional Indonesia Raya maupun Lambang Garuda Pancasila adalah hasil karya agung bangsa Indonesia sendiri. Ketiga hasil budaya ini telah ikut dimantapkan kehadirannya di bumi nusantara pada konggres pemuda tersebut di atas. Kedudukannya semakin diperkokoh melalui konggres tersebut sehingga menjadi samapi sekarang tetap menjadi kebanggaan seluruh bngsa.
5.       Bahasa Indonesia
Inipun merupakan produk bangsa Indonesia yang mampu menghimpun Indonesia berasal dari induk bahasa melayu / Austronesia ini akar-akarnya memang telah menyebar di seluruh pulau-pulau nusantara ini. Meskipun masing-msing suku telah mempunyai bahasa sendiri, namun mereka dengan mudah bisa menerima bahasa melayu sebagai bahasa nasinal karena banyak akar katanya sudah sama dengan istilah-istilah di daerah masing-masing.
6.       Kepercayaan pada roh nenek moyang
Memang di semua suka Indonesia dari masa purba hingga sekarang, pemujaan roh nenek moyang tetap berlangsung walaupun sudah mengalami gempuran pengaruh Hindu-Islam dan Barat.
7.       Sikap ramah dan gotong royong
Ini merupakan sikap khas bangsa Indonesia yang terkenal di dunia internasional. Sebagian besar suku-suku di Indonesia bersikap ramah dengan ekspresi senyum, ingin menolong dan menyenangkan orang lain. Sikap ini berkaitan erat dengan sikap gotong royong yang merupakan cirri masyarakat tradisional.
8.       Modernisasi dan pembangunan
Ini merupakan ide dan tindakan pemerintah serta rakyat Indonesia sebagai jawaban atas keterbelakangan yang melanda masyarakat. Ide dan tindakan ini keluar dari dorongan kenyataan bahwa sumber-sumber alam semakin menipis, sedangkan tuntutan masyarakat makin membengkak. Karena itu bangsa Indonesia harus bisa menguasai alam dan berani merombak apa yang menjadi sebab keterbelakangan di bidang lain, misalnyan pendidikan, ekonomi, keamanan, pertanian, perhubungan dan telekomunikasi.

Sumber :
Prasetya, Joko Tri Dkk.2009.Ilmu Budaya Dasar. Jakarta : Rineka Cipta
HUBUNGAN ANTARA MANUSIA, MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN
Pembahasan
Pengertian Manusia
Secara bahasa manusia berasal dari kata “manu” (Sansekerta), “mens” (Latin), yang berarti berpikir, berakal budi atau makhluk yang berakal budi (mampu menguasai makhluk lain). Secara istilah manusia dapat diartikan sebuah konsep atau sebuah fakta, sebuah gagasan atau realitas, sebuah kelompok atau seorang individu. Definisi manusia adalah makhluk yang diciptakan oleh Allah dan dianugerahiNya akal, hati, fisik. Yang membedakan antara manusia dengan hewan adalah akal. Maka ada yang berpendapat bahwa manusia itu hewan yang berakal. Karena dari segi fisik memang tidak ada beda dengan hewan tetapi yang membedakannya adalah akal.
Dalam hubungannya dengan lingkungan, manusia merupakan suatu oganisme hidup (living organism). Terbentuknya pribadi seseorang dipengaruhi oleh lingkungan bahkan secara ekstrim dapat dikatakan, setiap orang berasal dari satu lingkungan, baik lingkungan vertikal (genetika, tradisi), horizontal (geografik, fisik, sosial), maupun kesejarahan. Tatkala seorang bayi lahir, ia merasakan perbedaan suhu dan kehilangan energi, dan oleh karena itu ia menangis, menuntut agar perbedaan itu berkurang dan kehilangan itu tergantikan. Dari sana timbul anggapan dasar bahwa setiap manusia dianugerahi kepekaan (sense) untuk membedakan (sense of discrimination) dan keinginan untuk hidup. Untuk dapat hidup, ia membutuhkan sesuatu. Alat untuk memenuhi kebutuhan itu bersumber dari lingkungan. Oleh karena itu lingkungan mempunyai pengaruh besar terhadap manusia itu sendiri.
Berikut ini adalah pengertian dan definisi manusia menurut beberapa ahli:
·         ABINENO J. I : Manusia adalah "tubuh yang berjiwa" dan bukan "jiwa abadi yang berada atau yang terbungkus dalam tubuh yang fana"
·         UPANISADS : Manusia adalah kombinasi dari unsur-unsur roh (atman), jiwa, pikiran, dan prana atau badan fisik
·         OMAR MOHAMMAD AL-TOUMY AL-SYAIBANY : Manusia adalah mahluk yang paling mulia, manusia adalah mahluk yang berfikir, dan manusia adalah mahluk yang memiliki 3 dimensi (badan, akal, dan ruh), manusia dalam pertumbuhannya dipengaruhi faktor keturunan dan lingkungan
·         ERBE SENTANU : Manusia adalah mahluk sebaik-baiknya ciptaan-Nya. Bahkan bisa dibilang manusia adalah ciptaan Tuhan yang paling sempurna dibandingkan dengan mahluk yang lain
·         PAULA J. C & JANET W. K : Manusia adalah mahluk terbuka, bebas memilih makna dalam situasi, mengemban tanggung jawab atas keputusan yang hidup secara kontinu serta turut menyusun pola berhubungan dan unggul multidimensi dengan berbagai kemungkinan.
Pengertian  Masyarakat
Manusia merupakan bagian  dari  kehidupan mahluk sosial yang ada di muka bumi. Kumpulan dari manusia inilah yang kemudian dikenal sebagai masyarakat. Pengertian masyarakat sendiri secara umum diartikan sebagai sebuah kesatuan yang terjadi antara dua orang atau lebih manusia yang berada dalam sebuah wilayah dalam jangka waktu tertentu atau Masyarakat adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut. Lebih abstraknya, sebuah masyarakat adalah suatu jaringan hubungan-hubungan antar entitas-entitas. Sebuah komunitas yang interdependen (saling tergantung satu sama lain). Umumnya, istilah masyarakat digunakan untuk mengacu sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur.
Kondisi Umum yang menyebabkan munculnya masyarakat sendiri salah satunya disebabkan adanya  naluri alami manusia sebagai mahluk sosial. Sehingga manusia tidak akan bisa hidup sendiri tanpa adanya hubungan dengan manusia yang lain. Dengan demikian, manusia akan memiliki reflek bawah sadarnya untuk selalu berusaha mencari manusia lainya dalam upaya menyempurnakan kodratnya sebagai mahluk hidup yang memiliki akal pikiran. Manusia tidak akan mampu memiliki kehidupan yang lengkap, jika manusia tidak mampu menyelaraskan diri dengan lingkungan atau berada di sebuah kawasan dimana tidak terdapat manusia lain.
Beberapa Pengertian masyarakat yang dikemukakan oleh para ahli sosiologi,  diantaranya adalah sebagai  berikut :
·         Selo Sumardjan. Menurutnya, Masyarakat merupakan sekelompok orang yang tinggal secara bersama serta mampu menciptakan kebudayaan.
·         Karl Marx. Menurut pakar pemikiran yang dikenal dengan Marxisme ini, masyarakat didefinisikan sebagai sebuah struktur organisasi yang muncul sebagau akibat adanya perbedaan diantaranya berbagai kelompok yang terpisah di bidang ekonomi.
·         Emile Durkheim. Menurutnya, pengertian masyarakat adalah sebuah realita yang aapa adanya dari setiap pribadi yang menjadi anggota dari masyarakat itu sendiri.
·         Paul B. Horton dan C. Hunt. Menurut keduanya, pengertian masyarakat adalah sebuah kumpulan manusia yang mampu bersikaf mandiri serta secara bersama hidup pada sebuah kawasan tertentu dan memiliki kebudayaan sama. Selain itu, mereka akan melakukan sebagian besar aktivitasnya dalam kumpulan tersebut.
Pengertian Kebudayaan
Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Menururt Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski, mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism. Menurut Herskovits, memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic.  Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat. Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat. Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.
Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian  “kebudayaan adalah sesuatu yang akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari ”. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.
Selain itu terdapat tiga wujud kebudayaan yaitu :
1.      wujud pikiran, gagasan, ide-ide, norma-norma, peraturan,dan sebagainya. Wujud pertama dari kebudayaan ini bersifat abstrak, berada dalam pikiran masing-masing anggota masyarakat di tempat kebudayaan itu hidup.
2.      aktifitas kelakuan berpola manusia dalam masyarakat. Sistem sosial terdiri atas aktifitas-aktifitas manusia yang saling berinteraksi, berhubungan serta bergaul satu dengan yang lain setiap saat dan selalu mengikuti pola-pola tertentu berdasarkan adat kelakuan. Sistem sosial ini bersifat nyata atau konkret.
3.      Wujud fisik, merupakan seluruh total hasil fisik dari aktifitas perbuatan dan karya manusia dalam masyarakat.
Berdasarkan penggolongan wujud budaya di atas kita dapat mengelompokkan budaya menjadi dua, yaitu: Budaya yang bersifat abstrak dan budaya yang bersifat konkret.
-          Budaya yang Bersifat Abstrak
Budaya yang bersifat abstrak ini letaknya ada di dalam alam pikiran manusia, misalnya terwujud dalam ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan-peraturan, dan cita-cita. Jadi budaya yang bersifat abstrak adalah wujud ideal dari kebudayaan. Ideal artinya sesuatu yang menjadi cita-cita atau harapan bagi manusia sesuai dengan ukuran yang telah menjadi kesepakatan.
-          Budaya yang Bersifat konkret
Wujud budaya yang bersifat konkret berpola dari tindakan atau peraturan dan aktivitas manusia di dalam masyarakat yang dapat diraba, dilihat, diamati, disimpan atau diphoto. Koencaraningrat menyebutkan sifat budaya dengan sistem sosial dan fisik, yang terdiri atas: perilaku, bahasa dan materi.
-          Perilaku : Perilaku adalah cara bertindak atau bertingkah laku dalam situasi tertentu. Setiap perilaku manusia dalam masyarakat harus mengikuti pola-pola perilaku (pattern of behavior) masyarakatnya.
-          Bahasa : Bahasa adalah sebuah sistem simbol-simbol yang dibunyikan dengan suara (vokal) dan ditangkap dengan telinga (auditory). Ralp Linton mengatakan salah satu sebab paling penting dalam memperlambangkan budaya sampai mencapai ke tingkat seperti sekarang ini adalah pemakaian bahasa. Bahasa berfungsi sebagai alat berpikir dan berkomunikasi. Tanpa kemampuan berpikir dan berkomunikasi budaya tidak akan ada.
-          Materi : Budaya materi adalah hasil dari aktivitas atau perbuatan manusia. Bentuk materi misalnya pakaian, perumahan, kesenian, alat-alat rumah tangga, senjata, alat produksi, dan alat transportasi.
Wujud kebudayaan dan unsur unsurnya 
 
Unsur-Unsur Budaya

Ada beberapa pendapat ahli yang mengemukakan mengenai komponen atau unsur kebudayaan, antara lain sebagai berikut:


1 .Melville J. Herskovits menyebutkan kebudayaan memiliki 4 unsur pokok, yaitu:


  • alat-alat teknologi
  • sistem ekonomi
  • keluarga
  • kekuasaan politik
2 .Bronislaw Malinowski mengatakan ada 4 unsur pokok yang meliputi:


  • sistem norma sosial yang memungkinkan kerja sama antara para anggota masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan alam sekelilingnya
  • organisasi ekonomi
  • alat-alat dan lembaga-lembaga atau petugas-petugas untuk pendidikan (keluarga adalah lembaga pendidikan utama)
  • organisasi kekuatan (politik)


Wujud

Menurut J.J. Hoenigman, wujud kebudayaan dibedakan menjadi tiga: gagasan, aktivitas, dan artefak.
  • Gagasan (Wujud ideal)
    Wujud ideal kebudayaan adalah kebudayaan yang berbentuk kumpulan ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan, dan sebagainya yang sifatnya abstrak; tidak dapat diraba atau disentuh. Wujud kebudayaan ini terletak dalam kepala-kepala atau di alam pemikiran warga masyarakat. Jika masyarakat tersebut menyatakan gagasan mereka itu dalam bentuk tulisan, maka lokasi dari kebudayaan ideal itu berada dalam karangan dan buku-buku hasil karya para penulis warga masyarakat tersebut.
  • Aktivitas (tindakan)
    Aktivitas adalah wujud kebudayaan sebagai suatu tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat itu. Wujud ini sering pula disebut dengan sistem sosial. Sistem sosial ini terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia yang saling berinteraksi, mengadakan kontak, serta bergaul dengan manusia lainnya menurut pola-pola tertentu yang berdasarkan adat tata kelakuan. Sifatnya konkret, terjadi dalam kehidupan sehari-hari, dan dapat diamati dan didokumentasikan.
  • Artefak (karya)
    Artefak adalah wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas, perbuatan, dan karya semua manusia dalam masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba, dilihat, dan didokumentasikan. Sifatnya paling konkret diantara ketiga wujud kebudayaan.
Dalam kenyataan kehidupan bermasyarakat, antara wujud kebudayaan yang satu tidak bisa dipisahkan dari wujud kebudayaan yang lain. Sebagai contoh: wujud kebudayaan ideal mengatur dan memberi arah kepada tindakan (aktivitas) dan karya (artefak) manusia.
Sumber : Http:// wikipedia.com

Sabtu, 06 Oktober 2012

Pengertian kebudayaan dan beradaban 

Kebudayaan

Dilihat dari pengertian dari “Kebudayaan” dan “Peradaban” secara umum maka keduanya adalah hampir mirip akan tetapi sebenarnya memiliki makna yang berbeda. Kebudayaan melahirkan peradaban dan peradaban lahir dari kebudayaan, dan tidak ada manusia yang tidak berbudaya karena tidak ada manusia yang hidup sendirian. Dari karena itulah maka sekelompok manusia yang membentuk masyarakat pasti melahirkan sebuah kebudayaan yang berkembang menjadi peradaban.
Kata ”kebudayaan” berasal dari (bahasa Sansekerta) buddayah yang merupakan bentuk jamak dari kata “budhi” yang berarti budi atau akal. Kebudayaan diartikan sebagai “hal-hal yang bersangkutan dengan budi atau akal”. Menurut Koentjaraningrat, kebudayaan adalah keseluruhan manusia dari kelakuan dan hasil yang harus didapatkannya dengan belajar, dan semua itu tersusun dalam kehidupan masyarakat.
Senada dengan Koentjaraningrat adalah apa yang didefinisikan oleh Selo Soemardjan dan Soelaeman Soenardi, dalam bukunya Setangkai Bunga Sosiologi (Jakarta:Yayasan Badan Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, 1964), hal 113, merumuskan kebudayaan sebagai semua hasil karya, cipta, dan rasa masyarakat. Karya masyarakat menghasilkan teknologi dan kebudayaan kebendaan atau kebudayaan jasmaniah (material culture) yang diperlukan oleh manusia untuk menguasai alam sekitarnya agar kekuatan serta hasilnya dapat diabdikan untuk keperluan masyarakat.
“Kebudayaan” dalam bahasa Inggris disebut culture. Sebuah istilah yang relatif baru karena istilah ‘culture’ sendiri dalam bahasa Inggris baru muncul pada pertengahan abad ke-19. Sebelum tahun 1843 para ahli anthropologi memberi arti kebudayaan sebagai cara mengolah tanah, usaha bercocok tanam, sebagaimana tercermin dalam istilah agriculture dan holticulture.
Hal ini dapat dimengerti karena istilah culture berasal dari bahasa Latin colere yang berarti pemeliharaan, pengolahan tanah pertanian. Dalam arti kiasan kata itu juga diberi arti “pembentukan dan pemurnian jiwa”.
Seorang antropolog lain, E.B. Tylor (1871), dalam bukunya yang berjudul Primitive Culture (New York; Brentano’s, 1924), hal 1, pernah mencoba memberikan definisi mengenai kebudayaan sebagai yaitu; “Kebudayaan adalah kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat dan lain kemampuan-kemampuan serta kebiasaan-kebiasaan yang didapatkan oleh manusia sebagai anggot masyarakat”.