PROPOSAL
PENELITIAN
ANALISIS REGRESI
DAN OPTIMALISASI
KEUNTUNGAN PERUSAHAAN ONESPORT
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
1.1 Latar
Belakang
Sumber daya manusia
membutuhkan banyak ilmu
pengetahuan untuk dapat mengatasi masalah yang akan dihadapi. Masalah – masalah yang akan
dihadapi di dunia industri tidak lepas dari persaingan antar perusahaan untuk mendapatkan
keuntungan yang semaksimal mungkin. Ilmu
statistika dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah – masalah yang berkaitan
dengan dunia industri.
Ilmu statistika
dapat menyajikan data dengan menggunakan analisis dan perhitungan sesuai dengan
data yang telah dikumpulkan. Ilmu statistika dapat mempercepat dan mempermudah dalam
pengolahan data guna mendapatkan hasil yang paling baik. Teknik yang digunakan
dalam ilmu statistika adalah menganalisis data, Kemudian masuk ke peramalan dan
penarikan kesimpulan keseluruhan data.
Regresi adalah
ilmu dalam statistika yang digunakan untuk peramalan-peramalan atau
memperkirakan keputusan-keputusan yang akan diambil guna menghadapi masalah-masalah
yang akan dihadapi perusahaan Onesport untuk dapat mengoptimalisasikan
keuntungan yang di peroleh perusahaan.
Regresi juga
dapat digunakan untuk memperbaiki cara – cara pengambilan keputusan dalam
jangka waktu panjang yang dilakukan
perusahaan agar lebih maksimal. Penerapan Regresi juga dapat menjaga stabilitas
perusahaan saat terjadi krisis. Harapan dari mempelajari regresi adalah dapat
diterapkan didunia industri untuk
menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi perusahaan Onesport dan dapat
mengoptimalisasikan keuntungan perusahaan.
1.2 Rumusan Permasalah
Rumusan masalah yang terjadi yaitu terdapat keputusan-keputusan
yang tidak tepat dalam mengoptimalisasikan keuntungan perusahaan Onesport. Hal
ini disebabkan karena kurangnya ilmu pengetahuan dalam memperbaiki cara-cara
pengambilan keputusan yang paling tepat.
1.3
Tujuan Penelitian
Penelitian yang dilakukan memiliki tujuan yang
ingin diketahui. Berikut ini merupakan tujuan penelitian yang akan dilakukan
yaitu:
a.
Menganalisis persamaan regresi antara banyaknya pegawai terhadap jumlah
distribusi produk olahraga yaitu deker pada perusahaan Onesport.
b.
Menganalisis hubungan antara banyaknya pegawai terhadap jumlah
distribusi produk olahraga yaitu deker pada perusahaan Onesport.
|
|
LANDASAN TEORI
2.1 Pengertian Regresi
Menurut Walpole
(1988), persamaan regresi adalah persamaan matematik yang memungkinkan kita
meramalkan nilai-nilai suatu peubah tak bebas dari nilai-nilai satu atau lebih
peubah bebas. Sedangkan menurut Hasan (1999), regresi merupakan peramalan,
penaksiran, atau pendugaan mengenai besar nilai dari uji statistik.
Dalam kehidupan
ini kita berhadapan dengan berbagai gejala yang meliputi berbagai variabel.
Sebagai contoh: (1) berat badan dalam taraf tertentu tergantung pada tinggi
badannya, (2) produktivitas kerja pada taraf tertentu tergantung pada efisiensi
dan efektivitas kerjanya, (3) produksi padi dalam taraf tertentu tergantung
pada kesuburan tanah, teknologi yang dipakai, banyak curah hujan, dan sebagainya.
Berdasarkan
contoh-contoh di atas, maka tampaklah mana variabel bebas (yang mempengaruhi)
dan mana variabel terikat atau tergantung (yang dipengaruhi). Variabel yang
mempengaruhi ini dalam analisis regresi disebut sebagai variabel prediktor,
dengan lamabang X; sedangkan variabel yang dipengaruhi disebut variabel
kriterium dengan lambing Y (Usman : 1995).
2.2 Guna
Analisis Regresi
Analisis regresi
berguna untuk mendapatkan hubungan fungsional antara dua variabel atau lebih
atau mendapatkan pengaruh antara variabel prediktor terhadap variabel
kriteriumnya atau meramalkan pengaruh variabel prediktor terhadap variabel
kriteriumnya (Usman : 1995).
2.3 Asumsi-Asumsi
Dasar Regresi
Dalam penggunaan regresi, terdapat beberapa asumsi dasar yang
dapat menghasilkan estimator linier tidak bias yang terbaik dari model regresi
yang diperoleh dari metode kuadrat terkecil biasa. Dengan terpenuhinya asumsi
tersebut, maka hasil yang diperoleh dapat lebih akurat dan mendekati atau sama
dengan kenyataan. Asumsi-asumsi dasar itu dikenal sebagai asumsi klasik, yaitu
sebagai berikut: (Usman : 1995)
1. Homoskedastisitas, berarti varians dari
variabel bebas adalah sama atau konstan untuk setiap nilai tertentu dari
variabel bebas lainnya atau variasi residu sama untuk semua pengamatan.
2. Nonautokorelasi, berarti tidak ada
pengaruh dari variabel dalam modelnya melalui selang waktu atau tidak terjadi
korelasi di antara galat randomnya,
3. Nonmultikolinearitas, berarti antara
variabel bebas yang satu dengan variabel bebas yang lain dalam model regresi
tidak terjadi hubungan yang mendekati sempurna ataupun hubungan yang sempurna.
4. Distribusi kesalahan (error) adalah normal.
5. Nilai rata-rata kesalahan (error) populasi pada model stokastiknya
ssama dengan nol.
6. Variabel bebasnya mempunyai nilai yang
konstan pada setiap kali percobaan yang dilakukan ssecara berulang-ulang
(variabel nonstokastik)
2.4 Persamaan Analisis
Regresi
Persamaan
regresi linier adalah persamaan matematik yang memungkinkan kita meramalkan
nilai – nilai suatu peubah takbebas dari nilai – nilai satu atau lebih peubah
bebas. Istilah ini berasal dari telaah kebakaan yang dilakukan oleh Sir Francis
Galton (1822-1911) yang membandingkan tinggi badan anak laki – laki dengan
tinggi badan ayahnya. (Walpole : 1988). Persamaan analisis regresinya adalah :
Dimana
:
Y : variabel kriterium
X : variabel prediktor
a : bilangan konstan
b : koefisien arah regresi linier
Bentuk
persamaan regresi tersebut sering dibaca sebagai regresi X atas Y, artinya
regresi X sebagai variabel prediktornya dengan Y sebagai variabel kriteriumnya.
Sebaliknya ada juga persamaan regresi yang dibaca sebagai regresi Y atas X.
Koefisien arah regresi linier
dinyatakan dengan huruf b yang juga menyatakan perubahan rata-rata variabel Y
untuk setiap variabel X sebesar satu bagian. Maksudnya ialah bila harga b
positif, maka variabel Y akan mengalami kenaikan atau pertambahan. Sebaliknya
bila b negatif, maka variabel Y akan mengalami penurunan (Usman : 1995).
2.5 Langkah-langkah Menghitung Persamaan
Regresi
Persamaan
regresi dapat dihitung secara manual dengan bantuan tabel penolong, kalkulator,
dan komputer. Berikut ini, merupakan langkah-langkah perhitungan analisis
regresi secara manual:
1. Tulis Ha dan H0
dalam bentuk kalimat.
Ha : Terdapat hubungan fungsional linier dan
signifikan antara variabel X dengan Y.
H0 : Tidak terdapat hubungan fungsional yang
linier dan signifikan antara variabel X dengan Y.
2. Tulis Ha dan H0
dalam bentuk statistik.
Ha : r
0
H0 : r = 0
3. Buatlah tabel penolong seperti tabel di
bawah ini.
No.
|
Xi
|
Yi
|
XiYi
|
Xi2
|
Yi2
|
1
2
.
.
N
|
|||||
∑ Xi
|
∑ Yi
|
∑ XiYi
|
∑ Xi2
|
∑ Yi2
|
4. Hitung
a dengan rumus
5. Hitung
b dengan rumus
7. Ujilah signifikansi dan linieritas
persamaan regresi tersebut dengan menggunakan taabel penolong yang disebut
tabel Analisys of Varians (Anova).
8. Isikanlah rumus-rumus berdasarkan hasil
perhitungan.
9. Kriteria untuk pengujian H0
yaitu:
H0 : signifikan
Ha : tidak signifikan
Jika Fsign hitung ≤ Fsign
tabel, maka H0 diterima.
Jika Fline hitung ≤ Fline
tabel, maka H0 diterima.
11. Cari Fsign tabel dengan rumus:
Fsign tabel = F(1 –
α)(dkreg), dkres dan dengan melihat tabel F didapat nilai Fsign
tabel.
12. Cari Fline tabel dengan rumus:
Fline tabel = F(1 -
α), dk(TC), dk(E) dan dengan melihat tabel F didapat nilai Fline
tabel.
13. Bandingkan hasil langkah 8, dengan
langkah 12.
14. Buatlah kesimpulannya.
2.6 Selisih
Taksir Standar
Selisih taksir standar atau kesalahan baku adalah angka atau
indeks yang digunakan untuk mengukur ketepatan suatu penduga atau mengukur
jumlah variasi titik–titik observasi di sekitar garis regresi. Apabila semua titik
observasi berada tepat pada garis regresi, selisih taksir standar sama dengan
nol. Dengan demikian, selisih taksir standar secara langsung menunjukkan
tingkat pencaran data. Selisih taksir standar dapat dinyatakan dengan rumus
berikut: (Hassan : 2008)

Atau
Keterangan
:
Sy/x
= Sx/y = selisih taksir
standar
Y = X
= nilai variabel sebenarnya
Y’ = X’
= nilai variabel yang diperkirakan
n = jumlah frekuensi
2.7 Regresi
ganda
Regresi ganda berguna untuk
mendapatkan pengaruh dua variabel kriteriumnya, atau untuk mencari hubungan
fungsional dua variabel predictor atau lebih dengan variabel kriteriumnya, atau
untuk meramalkan dua variabel predictor atau lebih terhadap variabel
kriteriumnya. Bentuk persamaan garis regresi ganda adalah seperti berikut ini:
(Usman : 1995)

Untuk 2 prediktor : Y = a + b1X1
+ b2X2
Untuk 3 prediktor : Y = a + b1X1
+ b2X2 + b3X3
Untuk n prediktor : Y = a + b1X1
+ b2X2 + b3X3 + … + bnXn
2.8 Penyimpangan Asumsi dasar
Penyimpangan terhadap asumsi – asumsi dasar tersebut dalam regresi
akan menimbulkan beberapa masalah, seperti standar kesalahan untuk masing –
masing koefisien yang di duga akan sangat besar. Pengaruh masing – masing
variabel bebas tidak dapat dideteksi, atau variasi dari koefisiennya tidak
minim lagi. Akibatnya estimasi koefisiennya menjadi kurang akurat lagi yang
pada akhirnya dapat menimbulkan interpretasi dan kesimpulan yang salah.
Penyimpangan asumsi dasar itu terdiri atas: (Usman : 1995)
1.
Heterokedastisitas,
yang berarti (varians) variabel tidak sama untuk semua pengamatan.
2.
Autokorelasi,
berarti terdapatnya korelasi antar anggota sampel atau data pengamatan yang
diurutkan berdasarkan waktu, sehingga munculnya suatu datum dipengaruhi oleh
datum sebelumnya. Misalkan persamaan regresi menggunakan data berkala seperti
berikut :

Keterangan:
3. Multikolinearitas,
yang berarti antara variabel bebas yang satu dengan variabel bebas yang lain
dalam model regresi saling berkolerasi linear. (Usman : 2008)
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Variabel
Penelitian
Variabel penelitian terdiri dari
dua jenis, yaitu
:
Variabel terikat (dependent variable)
atau
variabel yang tergantung oleh
variabel lain,
dan
variabel bebas (independent variable) atau variabel yang tidak bergantung pada variabel lainnya. Variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah
:
1. Variabel terikat
(dependent
variable), yaitu regresi
2. Variabel bebas (independent
variable), yaitu persamaan regresi antara banyaknya
pegawai terhadap jumlah distribusi produk dan hubungan antara banyaknya pegawai
terhadap jumlah distribusi produk.
3.2 Defenisi Operasional
Defenisi Operasional adalah petunjuk bagaimana suatu variabel diukur,
sehingga peneliti dapat mengetahui
baik buruknya sebuah penelitian tersebut.
Azwar (1997)
mendefenisikan defenisi
operasional adalah suatu
defenisi
mengenai variabel yang dirumuskan berdasarkan karakteristik-karakteristik variabel yang
dapat diamati. Adapun defenisi operasional dalam penelitian ini
adalah.
1. Regresi
Regresi
adalah ilmu dalam statistika yang digunakan untuk peramalan-peramalan atau
memperkirakan keputusan-keputusan yang akan diambil guna menghadapi
masalah-masalah yang akan dihadapi perusahaan Onesport untuk dapat
mengoptimalisasikan keuntungan yang di peroleh perusahaan.
2. Persamaan Regresi
Menurut Walpole (1988), persamaan regresi adalah persamaan
matematik yang memungkinkan kita meramalkan nilai-nilai suatu peubah tak bebas
dari nilai-nilai satu atau lebih peubah bebas. Sedangkan menurut Hasan (1999),
regresi merupakan peramalan, penaksiran, atau pendugaan mengenai besar nilai
dari uji statistik.
3. Hubungan
Hubungan
adalan keterikatan batin,hati ataupun
segala sesuatu yang bisa berkaitan. Misalkan hubungan manusia dengan manusia,
manusia dengan barang dan lain sebagainya.
3.3 Jenis
Data
Data adalah segala sesuatu yang diketahui atau dianggap mempunyai sifat
bisa memberikan gambaran tentang
suatu keadaan atau persoalan (Supranto,2001). Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi
:
1. Data Primer
Menurut Algifari (2000), data primer merupakan data yang diperoleh secara langsung
dari sumber asli (tanpa melalui perantara). Data primer yang akan diperoleh dari hasil
pengamatan langsung
tentang variabel-variabel persamaan
regresi antara banyaknya pegawai terhadap jumlah distribusi produk.
2. Jenis data Kuantitatif.
Dimana data
kuantitatif adalah data yang dapat diklasifikasikan kedalam
kategori-kategori yang berwujud
angka-angka yang dapat dihitung untuk
menghasilkan penafsiran kuantitatif yang kokoh. (Husein
Umar, 2001).
3. Data sekunder
Data
adalah data yang
telah
tersusun dalam
bentuk dokumen-dokumen
tertulis yang diperoleh dari bahan pustaka buku-buku, serta
literatur-literatur lainnya yang terkait
dalam
penelitian dan Internet.
3.4 Sumber Data
Dalam penelitian ini bertujuan untuk meneliti persamaan
regresi antara banyaknya pegawai terhadap jumlah distribusi produk dan menentukan
hubungan antara banyaknya pegawai terhadap jumlah distribusi produk olahraga
yaitu deker.
3.5 Objek Penelitian
Objek dalam penelitian ini adalah banyaknya pegawai terhadap jumlah distribusi produk olahraga yaitu
deker.
3.6 Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan adalah
tatacara peneliti untuk mendapatkan data yang dibutuhkan dalam penelitian.
Berikut ini adalah metode pengumpulan data yang digunakan
dalam penelitian:
1. Wawancara
Wawancara sebagai teknik
pencaharian dan pengumpulan informasi dilakukan dengan mendatangi secara langsung
kepada responden untuk dimintai keterangan mengenai sesuatu yang
diketahui (bisa mengenai suatu
kejadian, fakta,
maupun pendapat
responden)(Subiyanto, 2000)
2. Observasi
Observasi adalah pengamatan dan pencatatan secara teliti dan sistematis atas
gejala-gejala (fenomena) yang sedang diteliti
(Soeratno dan
Arsyad,
2008)
3. Studi
Pustaka
Pengumpulan data yang dilakukan dengan membaca buku-buku literatur, jurnal, internet, majalah, dan penelitian terdahulu yang
berkaitan dengan penelitian yang sedang dilakukan.